Burung Gagak Hewan Cerdas

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Siapapun yang pernah bertemu dengan burung gagak tahu bahwa mereka cukup cerdas.

Melansir dari laman Science, sebuah studi baru membuktikan bahwa mereka mungkin lebih pintar dari yang kita kira.

Menurut para peneliti, gagak dan jenis korvid memiliki kesadaran primer sebagai sesuatu yang hingga saat ini, hanya dimiliki oleh manusia dan beberapa primata.

Burung gagak telah membuktikan diri sebagai pemecah masalah yang hebat dan bisa menjadi sangat kreatif, tetapi penemuan baru ini dapat mengubah cara kita berpikir tentang evolusi hewan.

Kemampuan gagak untuk memikirkan suatu masalah dan menemukan solusinya mungkin disebabkan oleh otak gagak yang memiliki banyak sel otak yang memproses informasi.

Sifat ini tidak hanya muncul pada manusia, tetapi juga pada primata non-manusia. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Comparative Neurology pada bulan Januari 2022 yang membandingkan otak korvid (termasuk gagak) dengan otak ayam, merpati, dan burung unta menemukan bahwa otak korvid memiliki neuron yang lebih padat, yang memungkinkan komunikasi yang efisien antar sel otak.

Menurut penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam Current Opinion in Behavioral Sciences, Kecerdasan gagak setidaknya setara dengan beberapa monyet, dan pada kenyataannya, mungkin mendekati kecerdasan kera besar (seperti gorila).

Dalam studi tahun 2020, para ilmuwan mengarahkan burung gagak untuk melalui serangkaian tugas yang membingungkan. Dalam studi ini, para peneliti ingin mengukur aktivitas saraf di berbagai jenis neuron dengan tujuan melacak bagaimana burung gagak merasakan dan berpikir melalui pekerjaan mereka.

Peneliti berupaya mempelajari jenis pemikiran tertentu, yang disebut kesadaran indrawi, dan mereka memilih burung, khususnya, sebagai perwakilan dari titik percabangan dalam pohon evolusi kehidupan.

Hasilnya, para peneliti menulis bahwa kesadaran sensorik adalah kemampuan untuk memiliki pengalaman subjektif yang dapat “diakses secara eksplisit dan dilaporkan,” dan hal itu berasal dari otak yang telah berevolusi seiring waktu.

Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *