Dunia, KepriDays.co.id – Pemerintah Thailand secara resmi membatalkan rencana untuk melegalkan kasino di negara tersebut.
Keputusan ini diambil setelah adanya penolakan keras dari mayoritas warga Thailand. Rencana yang sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara kini dibatalkan.
Meskipun sempat ada dukungan dari beberapa pihak, termasuk mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, legalisasi kasino urung dilaksanakan.
Thaksin Shinawatra mengira bahwa legalisasi kasino dapat menghasilkan pendapatan hingga 100 miliar baht per tahun. Namun penolakan masyarakat yang kuat menjadi faktor penentu.
Survei yang dilakukan oleh National Institute of Development Administration (NIDA) menunjukkan hasil yang signifikan.
Mayoritas responden, yakni sekitar 69%, menentang perjudian online. Sementara itu, 59% responden menolak kompleks hiburan yang dilengkapi dengan fasilitas kasino.
Penolakan publik yang begitu besar menjadi alasan utama pemerintah Thailand membatalkan upaya legalisasi kasino, dikutip dari berbagai sumber terpercaya Internasional.
Pemerintah menyadari bahwa dukungan masyarakat sangat penting dalam menjalankan kebijakan yang berdampak luas. Tanpa dukungan tersebut, rencana legalisasi kasino tidak dapat dilanjutkan.
Saat ini, aktivitas perjudian di Thailand sangat terbatas. Hanya pacuan kuda dan lotere resmi yang oleh pemerintah. Bentuk perjudian lainnya, termasuk kasino, tetap ilegal dan dilarang keras.
Pemerintah berupaya menjaga dan menyetujui nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.
Meskipun pemerintah berpendapat bahwa legalisasi kasino akan memberikan dampak positif bagi negara, penolakan publik tetap menjadi pertimbangan utama.
Pemerintah meyakini bahwa legalisasi kasino dapat meningkatkan pendapatan negara dan sektor pariwisata. Namun, suara masyarakat tetap menjadi prioritas.
Editor : Roni
