Advetorial – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memimpin apel besar siaga bencana di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Kamis (4/9).
Apel tersebut diikuti oleh sejumlah instansi terkait, mulai dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga Palang Merah Indonesia (PMI). Kehadiran berbagai unsur ini menandakan pentingnya sinergi dalam menghadapi potensi bencana di wilayah kepulauan.
Dalam amanatnya, Bupati Aneng menekankan bahwa Anambas merupakan daerah rawan bencana, baik itu cuaca ekstrem, gelombang tinggi, banjir rob, maupun tanah longsor di beberapa titik perbukitan. Karena itu, kesiapsiagaan semua pihak sangat diperlukan.

Menurutnya, apel besar ini bukan hanya seremonial, tetapi juga wujud komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat. “Kita tidak boleh lengah. Setiap musim hujan maupun angin kencang, potensi bencana selalu mengintai. Maka koordinasi dan kerja sama harus terus diperkuat,” tegas Aneng.
Apel juga menjadi ajang pengecekan personel dan peralatan yang dimiliki oleh setiap instansi. Mulai dari perahu karet, ambulans, alat evakuasi, hingga peralatan medis darurat ditampilkan dalam apel siaga ini. Hal tersebut untuk memastikan semua dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Kepala BPBD Anambas, Mardison menambahkan, pihaknya terus meningkatkan kapasitas tim relawan di tingkat desa. Pelatihan evakuasi dan penyelamatan juga rutin dilakukan agar masyarakat lebih tanggap saat bencana datang.

Sementara itu, Basarnas menyiagakan tim khusus yang siap bergerak cepat jika terjadi kecelakaan laut atau kapal tenggelam. Mengingat wilayah Anambas yang terdiri dari ratusan pulau, kesiapan jalur laut menjadi hal yang sangat penting.
Polri dan TNI juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari sisi keamanan maupun tenaga bantuan di lapangan. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Palang Merah Indonesia (PMI) turut menyiapkan tenaga medis, stok darah, serta logistik bantuan darurat. PMI juga berperan dalam memberikan edukasi tentang pertolongan pertama kepada warga.
Apel besar siaga bencana ini diakhiri dengan simulasi evakuasi korban bencana. Simulasi tersebut menggambarkan bagaimana koordinasi antarinstansi berjalan di lapangan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak semakin siap menghadapi segala kemungkinan, sehingga dampak bencana dapat di minimalisir. ***
