23 TAHUN PROPINSI KEPRI

“ANSARNOMIK”
( Sebuah Paradoks )

Oleh :
Syahzinan, SE
Pejuang Provinsi Kepri-BP3KR Jakarta

Hari ini Tanggal 24 September 2025 adalah Bertepatan Lahir Dan Berdirinya Propinsi Kepulauan Riau Atau 23 Tahun yang lalu (24 September 2002-24 September 2025) Dengan Undang-undang No.25 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Propinsi Kepulauan Riau.

Setelah 26 Tahun yang lalu merupakan Pernyataan Deklarasi Dari Rakyat Kepulauan Riau Dalam Acara Musyawarah Besar 15 Mei 1999 Di Tanjungpinang Yang telah Berikrar, Bersumpah Dan Memegang Amanat Untuk Menjadikan dan Membentuk Sebuah Propinsi Baru (DOB) sebagai Embrio Dan Cikal Bakal Propinsi Kepulauan Riau.

Sebagai Badan Pekerja Pembentukan Propinsi
Kepulauan Riau (BP3KR) Sebagai Wadah Tunggal Dan Badan Resmi satu- satunya yang Sah, Legal Dan Legitimit yang telah Berhasil menciptakan Sejarah Baru Dari Perjuangan Pergolakan Pembentukan Propinsi Kepri yang diperjuangkan dari Seluruh Rakyat Kepulauan Riau Dengan Penuh Tantangan, Hambatan, Rintangan, Suka Duka, air mata, Energi, Pengorbanan Dan Kekuatan Moral serta nyawa pun dipertaruhkan.

Setelah 23 Tahun Usia Propinsi Kepulauan Riau banyak sekali Anak anak Negeri, elemen-elemen Dan Komponen-komponen Kepulauan Riau Bertanya Tanya Sudah sampai dimanakah Perubahan, Perbaikan Dan Kemajuan yang Di peroleh Setelah 23 Tahun Propinsi Ini Terbentuk.

Sebagai Wadah Perjuangan Badan Pekerja Pembentukan Propinsi Kepulauan Riau (BP3KR) sebagai Representatif Dan Pendelegasian Dari Seluruh Rakyat Kepri. Tugas Kami Adalah Menyikapi, Mengawasi, Mengkritisi, Mengkoreksi Dan Mengevaluasi Jalannya Propinsi Kepulauan Riau.

Sebagai Tokoh tokoh Pejuang Selama 23 Tahun ini Kami Bertanya tanya Kepada wahai.. Para Eksekutif Dan Legislatif Kepulauan Riau….?
– Setelah 23 Tahun Propinsi Kepri ini…
Siapakah Yang Menikmatinya..Rakyatkah?
– Setelah 23 Tahun Propinsi Kepri Ini…
Siapakah yang Sejahtera..Rakyatkah..?
– Setelah 23 Tahun Propinsi Kepri…
Siapakah Yang Paling Banyak Mencicipi
Kue- Kue Pembangun…Rakyatkah..?
– Setelah 23 Tahun Propinsi Kepri ini…

Apakah Ada Sebuah Penyimpangan Dan Pengkhianatan Sejarah Terhadap Cita- cita
Luhur Dan Amanat Suci Dari Deklarasi
Rakyat Kepulauan Riau 15 Mei 1999
– Setelah 23 Tahun Propinsi Kepri ini…
Apakah Ada Sebuah Keniscayaan, Anomali Dan Ketidaknormalan Bahkan Menjadi Sebuah Paradoks Atau Kotak Pandora..?

Untuk Menjawab semua Pertanyaan Pertanyaan Di Atas Kita Butuh Waktu, Analisa, Kajian Dan Penelitian. Sehingga Terjadi Sebuah Perdebatan-Perdebatan Akademis Dan Di area Ruang Publik untuk Bertransformasi Transparan Dan Kredibel Sesuai Tema Hari Jadi ke-23 Tahun ini. “Kepri Maju, Makmur Dan Merata” Dari Tema Tersebut Sebagai Masyarakat Biasa Tentunya Kita Akan Bertanya- tanya..? Apa Yang Maju..? Apa Yang Makmur Dan Apa yang Merata..? Untuk menjawabnya Perlu Refleksi dan Kontemplasi Mendalam Dari Kita semua..?

Coba kita lihat bersama Setelah 23 Tahun Perjalanan Propinsi Kepri. Bagaimana Perubahan Dan Kemajuan Yang Telah Diperoleh Dan di Alami Batam, Bintan Dan Karimun (BBK) semua mereka Mendapatkan Fasilitas Dan Infrastruktur Penunjang Yang Cukup Dan Baik untuk Daerahnya. Sebaliknya Bagaimana Dengan Fasilitas dan Infrastruktur Penunjang Yang Ada Di Natuna-Anambas-Lingga (NAL) Inilah Yang Menjadi Pokok Persoalan dan Permasalahan-permasalahan di Sana Serba terbatas Dan Kekurangan Dalam Meningkatkan Pelayanan Dan Kesejahteraan Di NAL.

Dari Dulu Sudah Menjadi Masalah Masalah Krusial Dan Isu isu Strategis Dalam Menyelesaikan dan Cara mengatasinya.apa Lagi Natuna Dan Anambas Punya Rentang
Kendali yang Cukup Jauh Dari Pusat Pemerintahan, maka Perlu Perhatian Dan Perlakuan Khusus Dari Semua Pihak Termasuk Pemerintah Pusat.

QUA VADIS PROPINSI KEPRI…?
Dalam Menyikapi Dan Mengkritisi Usia 23 Tahun Perjalanan Propinsi Kepri Penuh Dengan Dinamika Dan Pasang Surut Dalam Proses Pembangunan yang sedang dijalani Saat
Ini. Memasuki Periode Kedua Kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad.Kami BP3KR Menilai Lebih Memprioritas pada sektor-Sektor Pertumbuhan Ekonomi, Investasi Dan Infrastruktur yang menjadi andalan Dan Unggulan Pemerintahan Propinsi Kepri Saat ini.

Harus diakui Masalah Lain karena Bagaimana cara Mengatasi Permasalahan Dan Angka- angka Statistik yang meningkat Tajam Seperti angka Pengangguran,angka Kemiskinan, Angka
Kesenjangan (gini Rasio) dan Terjadi Pemutusan Kerja dimana- mana,Sehingga
Perioritas, Proyeksi Dan Prediksi tidak Tercapai atau Menurun serta berkontraksi bahkan
Stagnan Dalam Tahun ini.

Kami BP3KR Selalu Menyimak Dan Mencermati setiap Pada Kesempatan Gubernur Kepri Berpidato Selalu Optimisme Dan Punya Ekpektasi yang Berlebihan Dalam Indikator- indikator Ekonomi Kepulauan Riau. Seperti Gubernur Kepri Mengatakan Kita Propinsi Kepri selalu Yang Tertinggi, Terbaik Dan Terdepan Dibandingkan Propinsi Se-Sumatera bahkan Di atas Rata-rata Nasional Terutama Dari Segi Pertumbuhan Ekonomi.

Menurut Kami telah Terjadi sebuah Mazhab Baru Dalam Ekonomi Kepulauan Riau apa yang Penulis namakan sebagai Ansarnomik yang Merupakan antitesis memasuki Periode ke Dua ini, Karena Terlalu Berambisi Dan Berangan- angan Mengejar Impian- impian di 3 Bidang Sektor ini saja yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Investasi Dan Infrastruktur. Teori Balon yang digagas oleh Ketua Otorita Batam B.J Habibie memperluas wilayah Kerjanya Ke Pulau Rempang Dan Pulau galang.

Luas Wilayah Kerja Otorita Batam menjadi Lebih Luas Dari Singapura. Tujuannya Adalah untuk Menampung Kelebihan Investasi Di Batam Sehingga Dalam Hal Bisnis Mampu Menyaingi Singapura. Jembatan Barelang Menjadi Katup Penghubung antara Pulau Batam, Pulau Rempang Dan Pulau Galang Sebagai Balonnya. Ini Juga sering Kita Sebut Sebagai Teori Tetesan Ke Bawah/
Teori Perembesan (Trickle Down Effect) Sehingga Sampai Ke Pulau Bintan. ***

Noted : Segala bentuk tulisan Opini merupakan karya penulis, KepriDays.co.id tidak bertanggungjawab dengan tulisan Opini yang telah terbit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *