Bintan, KepriDays.co.id – RSUD Bintan telah menangani 66 orang yang menderita Tuberkulosis (TBC) sepanjang 2025. Bahkan, 10 nyawa penderita tersebut tak dapat diselamatkan alias meninggal dunia.
Direktur RSUD Bintan drg Tony Masruri mengatakan, TBC ini diakibatkan infeksi dari Bakteri Mycobacterium. Penyakit ini mudah menular ke sesama orang, karena penularannya melalui udara.
“Penularan TBC ini sangat mudah, menyerang pernapasan melalui media udara. Jadi penderita TBC bisa menularkan penyakitnya dengan berbicara dengan orang lain. Lalu batuk dan juga bersin,” ujar drg Tony Masruri, Selasa (30/9/2025).
Dari Januari-September 2025, kata drg Tony, pihak RSUD Bintan telah menangani 66 pasien yang menderita TBC. Tentunya penanganan yang diberikan telah dilakukan secara maksimal.
Namun tetap dibutuhkan atau diperlukan kesadaran yang tinggi dari pasien itu sendiri agar penyakit itu dapat disembuhkan.
“Penderita TBC yang kita tangani itu ada 66 orang. Namun 10 orang diantaranya telah meninggal dunia sehingga tinggal 56 orang yang masih menjalani pengobatan,” jelasnya.
Kini 56 pasien TBC di beberapa kecamatan masih menjalani pengobatan di RSUD Bintan. Mereka juga harus rutin mengkonsumsi obat-obatan.
“56 pasien ini tidak ada dari kalangan bayi atau balita. Mereka semua diatas usia 10 tahun,” katanya.
Penyebaran penyakit TBC ini lebih bahaya dibandingkan HIV/AIDS. Penyakit ini menyerupai Covid-19. Karena penularannya menyerang pernapasan dan udara adalah perantaranya.
Sementara kalau HIV/AIDS itu penularannya melalui hubungan seksual atau jarum suntik yang dipakai oleh penderitanya.
“Kalau TBC lebih cepat menular dibandingkan HIV/AIDS. Penyakit TBC juga dapat mematikan jika tidak segera ditangani,” sebutnya.
Disinggung gejala seseorang yang telah tertular TBC. drg Tony menjelaskan, ada beberapa gejala yang timbul jika seseorang tertular oleh Bakteri Mycobacterium Tuberkulosis ini.
Diantaranya batu terus menerus selama 2-3 Minggu, batuk berdahak yang dapat bercampur darah, sesak napas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun, berkeringat di malam hari tanpa beraktifitas.
TBC ini menyerang paru-paru. Namun Bakteri Mycobacterium Tuberkulosis itu juga dapat menyerang organ lain. Seperti tulang, ginjal, kulit kelenjar getah bening, dan otak.
“TBC ini dapat dicegah dengan vaksin BCG, pola hidup sehat, dan rutin memeriksakan kesehatan sebagai langkah deteksi dini,” ucapnya.
Wartawan : Ari
Editor : Roni
