Advetorial – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas resmi mencanangkan Kawasan Bukit Tabir yang berada di Desa Tarempa Selatan sebagai destinasi wisata alam.
Diketahui bukit tersebut memiliki potensi wisata berbasis alam dan keanekaragaman hayati daerah. Bukit Tabir dinilai memiliki kekayaan flora yang sangat beragam dan jarang ditemui di wilayah lain.
Bahkan daya tarik utama kawasan ini adalah keberadaan bunga langka Raflesia yang tumbuh secara alami di kawasan tersebut.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengatakan, penetapan Bukit Tabir sebagai destinasi wisata alam bukan tanpa alasan, karena kawasan ini menyimpan potensi besar yang perlu dijaga sekaligus dimanfaatkan secara bijak.
“Bukit Tabir memiliki berbagai jenis flora langka, termasuk Raflesia. Ini adalah kekayaan alam Anambas yang harus kita jaga dan kelola dengan baik,” kata Aneng saat mengunjungi Bukit Tabir, Minggu (21/12).
Destinasi wisata alam dari tumbuhan tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menggabungkan unsur edukasi, konservasi, dan penelitian.
Aneng mengatakan, wisatawan yang datang ke Bukit Tabir nantinya dapat belajar langsung mengenai jenis-jenis tumbuhan, ekosistem hutan, serta upaya pelestarian alam. Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum.
“Wisata tumbuhan ini harus menjadi ruang belajar terbuka. Orang datang ke sini bukan hanya untuk bersantai, tapi juga memahami bagaimana alam bekerja dan mengapa kita wajib menjaganya,” ujar Aneng.
Sedangkan keberadaan Raflesia dan flora langka lainnya tidak boleh terganggu oleh aktivitas wisata yang berlebihan. Oleh karena itu, Aneng akan mengatur dan tata kelola kawasan harus disusun dengan matang.
“Saya minta ke Dinas Pariwisata untuk segera berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Kolaborasi ini diperlukan untuk memastikan pengelolaan kawasan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas Aneng.
Sementara, Aneng berharap, dengan kolaborasi yang baik, Bukit Tabir dapat menjadi destinasi wisata unggulan Anambas yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tanpa merusak alam.
“Kalau dikelola dengan benar, Bukit Tabir bisa menjadi kebanggaan Anambas, memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang,” pungkas Aneng. ***