Kepridays.co.id– Malam pertama pelaksanaan salat tarawih Ramadhan 1447 Hijriah, warga Kampung Wonosari Batu 13 Kelurahan Batu IX, dan sekitarnya mengeluhkan terjadinya pemadaman listrik oleh PLN pada Rabu (18/2/2026) malam. Akibat gangguan tersebut, masyarakat terpaksa melaksanakan ibadah dalam kondisi minim penerangan.
Sabidin, Sekretaris Surau Arafah Perumahan Bandara Asri Batu 13 arah Kijang, menjelaskan bahwa pemadaman listrik terjadi saat ketua suraunya sedang menyampaikan sambutan sebelum pelaksanaan salat tarawih. Situasi tersebut menyebabkan kegiatan tetap dilanjutkan tanpa dukungan penerangan dan pengeras suara yang memadai.
“Kami mengira pemadaman hanya berlangsung sebentar. Namun hingga selesai salat witir, listrik belum juga menyala. Akhirnya, jamaah melaksanakan salat dalam kondisi gelap. Kami memang tidak menyiapkan genset karena selama ini pasokan listrik relatif stabil,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota dapat segera berkoordinasi dengan pihak PLN agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya selama bulan suci Ramadhan yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah masyarakat.
“Kami tentu berharap pelayanan kelistrikan dapat lebih optimal, terlebih di momen penting seperti Ramadhan. Kejadian ini di luar perkiraan kami. Semoga ke depan tidak terulang kembali,” tambahnya.
Tomi warga lainnya juga menyampaikan kekecewaan kepada PLN. Menurutnya PLN harus memberikan penjelasan dengan jujur terkait kondisi yang ada. Bila itu kelalaian PLN maka atasan hendaknya memberikan sangsi kepada PLN Tanjungpinang.
“Kita tidak tau apa penyebab pemadaman ini. Karena tidak ada juga kita info pemadaman bergilir. Jadi PLN harus berikan penjelasan agar masyarakat tau kondisi yang ada,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik tersebut.
