Hajarullah Aswad peserta seleksi calon komisioner BAZNAS Kepri
Tanjungpinang, Kepridays.co.id–Hasil seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031 menuai protes. Salah seorang peserta, Hajarullah Aswad, melayangkan somasi kepada Panitia Seleksi, Menteri Agama RI, dan Ketua BAZNAS RI atas dugaan ketidakobjektifan dalam proses seleksi.
Dalam surat somasi tertanggal 9 Juni 2026, Hajarullah menilai mekanisme seleksi tidak berjalan secara transparan dan akuntabel. Ia menyoroti keputusan panitia yang meluluskan seluruh peserta pada tahapan Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah, serta mempertanyakan dominannya penilaian wawancara dalam menentukan peserta yang lolos ke tahap akhir.
Menurutnya, sejumlah peserta dengan nilai CAT tinggi dan pengalaman dalam pengelolaan zakat justru tidak berhasil masuk dalam daftar 10 besar calon pimpinan BAZNAS Kepri. Ia juga meminta panitia membuka seluruh hasil penilaian, mulai dari CAT, makalah hingga wawancara, kepada publik.
Melalui somasi tersebut, Hajarullah mendesak panitia membatalkan hasil seleksi yang telah diumumkan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi. Ia juga meminta Kementerian Agama dan BAZNAS RI turun tangan untuk memastikan proses seleksi berjalan secara profesional, independen, dan bebas dari kepentingan tertentu.
“Transparansi dan objektivitas harus menjadi prinsip utama dalam memilih pimpinan lembaga yang mengelola dana umat,” tulisnya dalam surat somasi tersebut.
Hajarullah menyatakan akan mempertimbangkan upaya hukum apabila keberatan yang disampaikan tidak mendapat respons dan proses seleksi tetap dilanjutkan.
Hingga berita ini diturunkan, Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau belum memberikan tanggapan resmi terkait somasi dan keberatan yang disampaikan peserta seleksi. (pem).