Jakarta, KepriDays.co.id – Gladi kotor perdana jelang upacara peringatan HUT Ke-81 RI dimulai di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memantau langsung jalannya latihan yang melibatkan para petugas upacara dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Sejak pukul 08.00 WIB, anggota Paskibraka bersama pasukan gabungan TNI-Polri menjalani rangkaian latihan sesuai tata upacara dikutip dari Liputan6.com.
Gladi kotor mencakup kirab dari Monas menuju halaman Istana Merdeka, prosesi tanda kebesaran buka, hingga simulasi pengibaran bendera. Latihan juga menyentuh penurunan bendera pada sore hari serta persiapan penampilan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU yang rutin digelar tiap peringatan HUT RI.
Prosesi gladi mengikuti skenario upacara utama, dimulai dari kirab pasukan dari Monas ke Istana, dilanjutkan tanda kebesaran buka, dan puncak pengibaran Merah Putih oleh tim Paskibraka.
Dalam sesi yang sama, unsur udara mempersiapkan penampilan alutsista TNI AU. Para petugas upacara dan Paskibraka turut melakukan gladi untuk simulasi penurunan bendera.
Sebanyak 76 calon Paskibraka dari 38 provinsi terlibat. Mereka dibagi menjadi dua tim untuk formasi pengibaran pada pagi hari dan penurunan pada sore hari. Formasi khusus yang dilatihkan akan ditampilkan pada upacara HUT Ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, 17 Agustus 2026.
Dalam kesempatan berbeda, Prasetyo Hadi menyampaikan antusiasme publik mengikuti upacara di halaman Istana Merdeka melampaui kapasitas awal. Panitia menambah kuota agar lebih banyak masyarakat dapat hadir.
“Dapat kami sampaikan karena kapasitas atau luas istana itu juga sangat terbatas, jadi dari agenda atau slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan, pendaftar selama 4 hari dibuka itu mencapai di atas 336.000 pendaftar,” kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
“Kami memutuskan sebagai panitia akan membuat tambahan satu blok lagi yang kurang lebih kapasitasnya mencapai 3.400,” ujarnya.
“Nanti tentu akan kita bagi menjadi dua sesi yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera untuk menambah atau mengakomodir jumlah supaya jauh lebih banyak masyarakat dapat ikut hadir di Istana,” tambah Prasetyo.
Editor: Roni
