24 Tahun Kepri: Dari Penyengat, Menyatukan Semangat, Menjaga Jati Diri

Oleh:
Teddy Maembong
Aktivis Kabupaten Lingga

Dua puluh empat tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan Provinsi Kepulauan Riau.

Ia adalah perjalanan panjang sebuah negeri kepulauan dalam mencari bentuk, membangun daerah, dan pada saat yang sama menjaga jati diri Melayu yang menjadi akar sejarahnya.

Hari Jadi ke-24 Kepri tahun 2026 mengusung tema “Dari Penyengat, Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan.” Tema ini terasa tepat, sebab Penyengat bukan hanya sebuah pulau kecil di hadapan Tanjungpinang.

Ia adalah ruang tempat sejarah, pemikiran, sastra dan peradaban Melayu tumbuh serta memberi warna dalam perjalanan bahasa Indonesia.

Karena itu, wacana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa Nasional di Pulau Penyengat memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar membangun sebuah bangunan.

Tugu itu kelak dapat menjadi penanda bahwa Kepri tidak hanya memiliki laut dan gugusan pulau, tetapi juga memiliki warisan intelektual yang ikut membentuk identitas bangsa.

Pemerintah Provinsi Kepri sendiri telah menyiapkan berbagai tahapan pembangunan tersebut, dengan target peresmian pada momentum 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

Di titik inilah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad, bersama Sekretaris Daerah Misni, patut dilihat dalam konteks yang lebih luas. Ada upaya untuk membawa pembangunan Kepri tidak semata-mata kepada beton, jalan dan infrastruktur, tetapi juga kepada memori sejarah dan kebudayaan.

Bahkan proses persiapan Tugu Bahasa menunjukkan bahwa pembangunan tersebut harus berjalan melalui berbagai tahapan kajian, perencanaan dan pengamanan aspek cagar budaya.

Tentu masyarakat tetap berhak mengawasi setiap rupiah anggaran dan setiap proses pembangunan. Namun apresiasi juga layak diberikan ketika sebuah pemerintah daerah berani menjadikan sejarah sebagai bagian dari arah pembangunan.

Sebab daerah yang maju bukan hanya daerah yang tinggi gedungnya, tetapi juga daerah yang tahu dari mana ia berasal dan ke mana hendak melangkah.

Selamat Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau.
Semoga dari Penyengat benar-benar lahir semangat baru: semangat membangun tanpa kehilangan akar, mengejar kemajuan tanpa meninggalkan kebudayaan, dan menjadikan Kepri bukan sekadar provinsi yang kaya laut, tetapi juga kaya gagasan, sejarah dan peradaban.

Dari Penyengat kita mengenang masa lalu.
Dari Kepri kita menata masa depan.
Dan dari sejarah, kita belajar menjadi lebih besar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *