Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Setelah melalui dinamika panjang dan jalan buntu (deadlock) terkait sengketa keabsahan atlet pada Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI Tahun 2026, kabar baik akhirnya datang.
Melalui semangat kekeluargaan dan jalur musyawarah mufakat, telah dihasilkan keputusan bersama yang mengesankan Cabor Panjat Tebing akan kembali digelar dan dipertandingkan secara adil dan sportif.
Keputusan tersebut diketahui merupakan hasil perjuangan gigih dari 4 (empat) Pengurus Kabupaten/Kota (Pengcab) FPTI, yaitu Karimun, Tanjungpinang, Natuna, dan Bintan.
“Perjuangan mereka untuk menegakkan supremasi aturan administrasi (KTP/Domisili) dan melindungi hak-hak atlet yang sah akhirnya membuahkan hasil yang optimal,” kata Ketua FPTI Kabupaten Karimun Mohd. Ardhoni.
Untuk diketahui lagi, perjuangan keempat Pengcab ini secara resmi dipimpin dan diwakili oleh Mohd Ardhoni (Ketua Umum FPTI Karimun), Hendy Amerta (Ketua Umum FPTI Tanjungpinang), Sholeh Aprianto (Ketua Umum FPTI Natuna) dan Hendro (Ketua Umum FPTI Bintan).
Mohd Ardhoni menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselesaikannya sengketa ini melalui jalur musyawarah. Menurutnya, keputusan untuk kembali bertanding adalah kemenangan bagi sportivitas dan masa depan para atlet.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil musyawarah yang sangat bijak. Perjuangan kami selama ini bukan semata-mata untuk menolak, melainkan untuk memastikan aturan ditegakkan secara adil. Kami ingin Porprov ini berjalan bersih, dan pada akhirnya para atlet dari 4 daerah kita bisa kembali fokus untuk bertanding dan memberikan yang terbaik di dinding panjat tebing,” ujar Ardhoni.
Hal senada juga disampaikan oleh Hendy Amerta (Tanjungpinang), Sholeh Aprianto (Natuna), dan Hendro (Bintan). Mereka sepakat bahwa kesepakatan ini adalah jalan terbaik.
Keempatnya menegaskan komitmen pertandingan akan berjalan dengan semangat persaudaraan, dan biarlah prestasi terbaik yang berbicara di arena pertandingan, bukan urusan meja administratif.
Keberhasilan perjuangan 4 Pengcab ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Panitia Besar (PB) Porprov Kepri 2026, KONI Provinsi Kepulauan Riau, PB FPTI Pusat, serta seluruh elemen media dan masyarakat yang telah mengawal proses penyelesaian sengketa ini hingga mencapai titik terang.
Dengan kembalinya Cabor Panjat Tebing ke jalur pertandingan, 4 Pengcab mengajak seluruh kontingen dan pecinta olahraga di Kepulauan Riau untuk menutup lembaran perselisihan.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pendewasaan tata kelola olahraga kita ke depan. Mari bertanding dengan sportif, jaga persaudaraan, dan tunjukkan kualitas atlet terbaik Kepulauan Riau,” kata Hendy Amerta.
Sementara untuk mengetahui tentang FPTI, yakni, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) adalah induk organisasi olahraga panjat tebing di Indonesia, yang berkomitmen untuk membina atlet, menegakkan regulasi yang adil, dan memajukan prestasi panjat tebing di tingkat nasional maupun internasional.
Editor: Roni
