Pejuang Sepakat Sejarah Harus Dibukukan untuk Provinsi Kepri Tercinta

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Para pejuang yang dahulu memperjuangkan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkumpul bersama setelah 23 tahun terbentuknya Provinsi Kepri pada tanggal 24 September 2002 lalu, Jum’at (10/10/2025) siang di Gedung Juang Yayasana Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Tepi Laut Kota Tanjungpinang.

Para pejuang yang sudah tidak muda lagi itu, satu persatu mulai bersalaman bercanda tawa dalam silaturahmi kebersamaan untuk pembuatan Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri. Raut wajah mereka tampak telah berumur, dan ada juga para pejuang yang telah mendahului berpulang ke Sang Pencipta.

Ketua BP3KR Huzrin Hood pun terlihat rambutnya sudah memutih, berbeda sewaktu masih berjuang dalam pembentukan Provinsi Kepri 23 tahun lalu.

Apalagi saat Musyawarah Besar (Mubes) Rakyat Kepri tanggal 15 Mei 2002 hingga DPR RI melaksanakan sidang paripurna terbentuknya Provinsi Kepri pada 24 September 2002 berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2002, saat itu Huzrin masih terlihat gagah memimpin ribuan masa di Gedung Parlemen Senayan.

“Silaturahmi pejuang disini dalam pembentukan tim penyusun buku Sejarah Provinsi Kepulauan Riau, marilah kita bersama membuat buku ini untuk anak cucu kita kedepan,” kata Huzrin Hood dalam pembukaan rapat bersama pejuang.

Selain itu, Huzrin mengatakan, jadikanlah buku ini dengan baik dan jaga amanah yang telah diberikan rakyat Kepulauan Riau sampai saat ini.

“Semoga buku ini sebagai pengingat kita dalam bersatu memperjuangkan pembetukan Provinsi Kepulauan Riau. Biarlah buku ini menjadi sejarah para pejuang,” ucap Huzrin.

Sedangkan, Sekretaris BP3KR Sudirman Almun mengatakan, kurang lebih buku yang akan dibuat tersebut memakan waktu setahun. Oleh karena itu, dirinya meminta saran dan masukan kepada para tokoh, pejuang dalam pembentukan Provinsi Kepri.

“Kami minta pendapatlah dari seluruh pejuang dengan pembuatan buku ini. Kurang lebih setahun buku ini akan tercipta. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pembuat Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri, Abdul Malik yang juga pejuang terbentuknya Provinsi Kepri mengatakan, nanti isi buku tersebut pasti banyak sekali pandangan, sejarah yang akan tercatat.

Apalagi yang paling utama dalam mempersiapkan atau berunding di Hotel Royal Palace sekarang disebut Comfort Tanjungpinang pada 15 Mei 2002 untuk pembentukan Provinsi Kepri.

“Awalnya pemekaran kabupaten dan kota, tapi kita para pejuang inginnya Provinsi Kepulauan Riau. Akhirnya kita bersepakat ingin pembentukan Provinsi Kepulauan Riau,” kata Abdul Malik.

Sementara, Ketua GM BP3KR Basyaruddin Idris menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengikuti dan memahami apa yang diinginkan para senior pejuang Provinsi Kepri, untuk itu sebagai generasi muda ia berharap buku ini nantinya jadi semangat dalam membangun Kepri kedepan.

“Kita mendukung para senior dalam pembuatan buku ini, kita ingin yang terbaik buat Provinsi Kepri tercinta,” kata Oom sapaan akrab Basyaruddin Idris.

Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *