Gerak Cepat Anggota DPRD Anambas Hino Faisal Tinjau Korban MBG

Advetorial – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hino Faisal, mengunjungi sejumlah korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dirawat di RSUD Palmatak, Kamis (16/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para pelajar yang terdampak serta memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

Hino tiba di rumah sakit pada siang hari dan langsung menuju ruang perawatan tempat para pelajar dirawat. Ia tampak didampingi oleh tenaga medis dan pihak keluarga pasien saat berkeliling melihat kondisi korban satu per satu.

Di dalam ruang perawatan, suasana terlihat cukup tenang meski beberapa pasien masih terbaring lemah. Sejumlah pelajar tampak terpasang infus, sementara orang tua mereka setia mendampingi di samping tempat tidur.

Sesekali Hino menyapa para korban dengan ramah, menanyakan kondisi mereka, serta memberikan semangat agar segera pulih. Ia juga terlihat berbincang dengan orang tua korban untuk mendengar langsung kronologi dan perkembangan kondisi anak-anak mereka.

“Bagaimana kondisinya sekarang? Sudah agak baikan? Tetap semangat ya, nanti cepat sembuh dan bisa kembali sekolah,” ujar Hino kepada salah satu pelajar.

Selain menyapa korban, Hino juga memberikan perhatian kepada para orang tua yang tampak cemas. Ia berusaha menenangkan mereka dan memastikan bahwa penanganan medis berjalan dengan baik.

Menurut Hino, berdasarkan informasi yang ia terima dari tenaga medis, kondisi para korban saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang positif dibandingkan saat pertama kali dirawat.

Ia menambahkan, meskipun sebagian korban masih dalam observasi, namun secara umum kondisi mereka sudah lebih stabil dan tidak ada laporan penambahan korban dengan gejala berat.

Dalam kesempatan itu, Hino juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis RSUD Palmatak yang dinilainya sigap dalam menangani para korban sejak awal kejadian.

Ia menilai kerja cepat dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan sangat membantu dalam mencegah kondisi korban menjadi lebih parah.

Hino berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, serta meminta agar pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.

“Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Harus ada evaluasi menyeluruh agar program ini benar-benar aman dan bermanfaat bagi pelajar,” tegasnya.

Sementara peristiwa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi pada Rabu (15/4). Sebanyak 155 pelajar dilaporkan menjadi korban setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.

Para korban mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Palmatak. Hingga saat ini, penanganan terhadap para korban masih terus dilakukan oleh tim medis. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *