Dunia, KepriDays.co.id – Dua tahun yang lalu, Apple dan OpenAI mengejutkan dunia teknologi dengan pengumuman kemitraan besar mereka.
Pada saat itu, kedua perusahaan memiliki rencana untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam Siri, Image Playground, dan berbagai fitur lainnya dalam ekosistem Apple.
Namun, kemitraan ini kini berada dalam ancaman pecah kongsi. Mengutip laporan dari Bloomberg pada Minggu (17/5/2026), OpenAI sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut.
Kolaborasi antara kedua raksasa teknologi ini dimulai dengan ambisi besar, di mana ChatGPT direncanakan akan terintegrasi langsung ke dalam Siri serta fitur Apple Intelligence lainnya yang ada di iOS, iPadOS, dan macOS.
Pengguna iPhone pun diharapkan dapat berlangganan ChatGPT langsung melalui menu Settings, dengan format bagi hasil kepada Apple setiap kali ada pengguna yang berlangganan chatbot tersebut.
OpenAI memasuki ekosistem dengan potensi satu miliaran pengguna iPhone di seluruh dunia. Di atas kertas, proyeksi pendapatan berlangganan yang mencapai miliaran dolar per tahun terasa sangat mungkin.
Namun kenyataan berbicara lain. Pendapatan yang diharapkan mengalir deras ternyata tidak mendekati proyeksi awal. OpenAI, menurut sumber dari Bloomberg, mulai menyadari bahwa Apple tidak benar-benar serius dalam mendorong integrasi ini.
Para eksekutif di OpenAI percaya bahwa Apple tidak gencar dalam mempromosikan ChatGPT kepada penggunanya.
Selain itu, permintaan dari OpenAI agar AI yang mereka buat dapat terintegrasi lebih dalam ke dalam berbagai aplikasi Apple juga belum terealisasi.
Kondisi ini semakin rumit karena Apple dikenal sebagai perusahaan yang sangat menjaga kerahasiaan internal. Akibatnya, OpenAI tidak memiliki visibilitas yang cukup mengenai bagaimana sebenarnya ChatGPT beroperasi di iPhone, iPad, dan Mac.
“Pada dasarnya mereka mengatakan, ‘OpenAI perlu mengambil langkah berani dan mempercayai kami,'” ungkap seorang eksekutif OpenAI yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Bloomberg.
“Kami telah melakukan segalanya dari perspektif produk,” tambahnya. “Mereka belum, dan lebih buruk lagi, mereka bahkan belum melakukan upaya yang jujur,” terangnya.
Editor : Roni
