Advetorial – Potensi pariwisata menjadi salah satu kekayaan terbesar Kabupaten Kepulauan Anambas yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Letak Anambas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Thailand menjadikan wilayah perbatasan itu memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan mancanegara.
Keindahan laut, gugusan pulau tropis, hingga wisata bahari yang masih alami dinilai menjadi daya tarik utama Anambas.
Kemudian posisi strategis di jalur internasional membuat daerah tersebut memiliki peluang berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Namun, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menilai pengembangan sektor pariwisata masih terkendala akses transportasi yang belum maksimal.
Selama ini wisatawan yang ingin berkunjung ke Anambas harus transit terlebih dahulu melalui Batam atau Tanjungpinang sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal maupun pesawat kecil.
Kondisi tersebut membuat waktu perjalanan menuju Anambas menjadi lebih panjang dan biaya transportasi lebih tinggi. Pemerintah daerah menilai persoalan akses menjadi salah satu faktor penting yang harus segera dibenahi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing maupun domestik.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah mengusulkan pembukaan akses internasional langsung menuju Anambas melalui pembangunan pelabuhan dan bandara internasional.
“Maka dari itu kita coba untuk membuka akses internasional langsung ke Anambas. Kita coba usulkan Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional,” kata Aneng, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Aneng, apabila akses internasional dapat dibuka secara langsung, maka wisatawan mancanegara akan lebih mudah datang ke Anambas tanpa harus transit di daerah lain.
Hal itu dinilai dapat mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ia mencontohkan negara seperti Vietnam dan Kamboja yang secara geografis lebih dekat dengan Anambas dibandingkan beberapa daerah di Indonesia.
Dengan akses langsung, perjalanan wisatawan akan lebih singkat dan biaya perjalanan juga lebih efisien.
Saat ini, lanjut Aneng, sudah ada investor yang menyatakan minat untuk membangun pelabuhan internasional di Anambas.
Namun pemerintah daerah masih melakukan peninjauan lokasi yang dinilai paling strategis antara wilayah Jemaja maupun Tarempa.
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonongan pun menyambut baik rencana pembukaan akses internasional tersebut.
Menurutnya, langkah itu akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan pariwisata dan investasi di wilayah perbatasan.
Guntur mengatakan pihak Imigrasi juga akan memperkuat kesiapan sumber daya manusia serta pengawasan terhadap lalu lintas orang asing yang masuk ke Anambas.
Selain penguatan SDM, pihaknya juga akan memperkuat fasilitas CIQP atau Customs, Immigration, Quarantine and Port untuk mendukung pelayanan internasional.
Saat ini Imigrasi Kepri juga telah berperan dalam mendukung pariwisata Anambas melalui pelayanan bagi wisatawan mancanegara yang datang menggunakan kapal yacht. ***
