oleh

Memaknai Ketuhanan Yang Berkebudayaan

Oleh :
William Hendri, SH., MH
Wakil Sekretaris ICMI Orda Kota Tanjungpinang
Ketua Badan Pelaksana Kaderisasi (BAPEKA) Pemuda Pancasila Kota Tanjungpinang

“Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah ke-Tuhanan yang berkebudayaan, ke-Tuhanan yang berbudi pekerti luhur, ke-Tuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain”.

Kata ketuhanan yang berkebudayaan sebagaimana tersebut adalah ungkapan Soekarno dalam mendefinsikan prinsip ketuhanan dalam Pancasila. Ungkapan sederhana yang memiliki kandungan filosofis dan dampak etis yang dalam.

Pendefinisian ketuhanan yang berkebudayaan memiliki dua ranah sekaligus. Satu sisi ranah ketuhanan dan satu sisi ranah kebudayaan. Oleh karena itu, ketuhanan yang berkebudayaan bisa dibaca dari perspektif kajian ketuhanan maupun kajian kebudayaan.