oleh

Warga Minta Kebijakan Pemko Pindahkan Bazar Imlek Dibatalkan

Tanjungpinang, KepriDays.co.id– Warga pemilik toko di sepanjang Jalan Pasar Ikan, Jalan Pasar, Pelantar II dan pedagang kecil peserta bazar Imlek menolak keputusan Pemko Tanjungpinang memindahkan bazar Imlek ke Jalan Teuku Umar.

Mereka menilai keputusan Pemko Tanjungpinang merugikan. Oleh karena mereka meminta walikota meninjau ulang pemindahan Pasar Malam Imlek 2019 tersebut.

Menanggapi polemik ini Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Reni mengatakan Pemko Tanjungpinang seharusnya memang mendengarkan aspirasi warga. Karena mereka sudah membeli banyak barang namun dengan dipindahkannya bazar, jualan menjadi terganggu.

“Belum terlambat untuk pindah. Tinggal cabut saja kebijakan itu. Karena selama ini tidak berpolemik, sekarang dengan dipindahkannya ke Teuku Umar jadi polemik. Jadi kalau menurut saya hindari saja polemik,” katanya, Senin (07/01/19).

Selain itu, pemindahan ke lokasi baru juga dinilai bisa menggangu masjid Agung Al-Hikmah. Karena Bazar Imlek pastikan ada lagu-lagu yang diputar agar meriah.

“Kembalikan ke asal, kalau mau dirubah tinggal di tarik kebijakan pemindahan ini.
Sekarang bergejolak tinggal di kembalikan aja biar tidak gejolak,” katanya.

Untuk di ketahui, dalam surat warga yang ditujukan kepada Walikota yang diperoleh KepriDays.co.id, warga meminta Walikota meninjau ulang keputusan tersebut.

Surat yang ditandatangani 55 warga tersebut, mereka menjelaskan, secara kebiasaan orang Tionghoa dari tahun ke tahun pasar malam atau keramaian dalam rangka Imlek selalu dilakukan di sepanjang jalan pasar ikan, jalan Pasar depan Pelantar II dan jalan Merdeka tepatnya di depan Cihara Bahtera Sasana. Tepatnya di ujung jalan merdeka sebagai  bagian dari kepercayaan untuk mendapat berkah dari vihara tersebut.

“Lebih dari 15 tahun dilaksanakan di lokasi tersebut tidak pernah menimbulkan masalah,” kata warga sebagaimana tertulis dalam surat tersebut. (*)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *