oleh

Sidang Kedua Kasus Plat Baja, Rodi Minta Surat Perintah Malah Ditunjukkan Foto Gubernur Kepri

Tanjugpinang, Kepridays.co.id – Sidang lanjutan kasus pencurian plat baja bekas pembangunan jembatan Dompak dengan terdakwa La Mane Bin Lamadipulo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (3/4/2019) malam.

Sidang kedua ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum.

Jaksa Penuntut umum menghadirkan lima orang saksi yakni Kepala Dinas PUPR Abu Bakar, Kasi Perencanaan Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Rodi Antari, Staf Ahli Gubernur Kepri Heru Sukmoro, Emi Aziz dan Evi yang merupakan staf Dinas PUPR Pemprov Kepri.

Sidang yang dilaksnakan di Ruang sidang Cakra ini dipimpin oleh Edwar P. Sialoho dan dua hakim anggotanya.

Kasi Perencanaan Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Rodi Antari dihadapan hakim menjelaskan bahwa jumlah plat baja milik pemerintah yang hilang itu sebanyak 43 keping.

“Pelat baja yang awalnya berjumlah 166 keping, ketika dihitung kembali tinggal 123 keping. Jadi hilang 43 keping,” kata Rodi.

Rodi mengaku tahu pelat baja hilang seteah menerima laporan dari sekertaris PU Pemprov yakni Khaidir.

Stelah melakukan cek dilapangan sekitar diketahui jika ada sebuah crane ukuran besar mengangkut pelat baja. Dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala dinas PU Abu Bakar dan setelah mengetahui langsung mengecek kejadian tersebut.

Pada malam harinya, Rodi mencoba datang kembali ke lokasi. Sekitar pukul 21.00 WIB. Sesampai di lokasi ia mengaku melihat alat crane di sekitaran pelat baja tersebut.

Selain melihat crane, Rodi juga berjumpa dengan lima orang yang sedang mengumpul di lokasi yang menjalankan proses pemindahan pelat baja tersebut. Kelima orang tersebut mengaku mengangkut pelat baja sudah mendapat izin dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

“Ketika jumpa mereka, mereka jawab sudah dapat izin dari Kepri I (Nurdin Basiurn),” kata Rodi.

Rodi mengenal kelima orang tersebut yakni Andi Cori Patahuddin, Iip, Syaiful, Julyanta Mitra dan Udin (Sarbudin).

Setelah pengakuan mereka itu, kata Rodi, ia mempertanyakan bukti izin atau perintah dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk mengangkut pelat baja tersebut. Namun, kelima orang kata Rodi, tidak bisa menunjukan malahan mereka memperlihatkan foto ketika Nurdin melakukan peninjauan di lokasi proyek tersebut siang harinya.

“Kalau memang ada izin bukti tulis mana. Mereka tidak bisa menunjukan, mereka hanya melihatkan foto Gubernur lagi melihat pekerjaan rencana pusat wisata kuliner yang berada dikawasan tersebut,” kata Rodi.

Karena kelima orang tersebut tidak bisa menunjukan surat perintah tersebut ia meminta proses pengangkutan pelat baja dihentikan. Rudi juga menegaskan kepada kelima orang tersebut bahwa pelat baja milik dinas PU dan sudah dibayarkan.

Pada malam sekitar pukul 24.00 dia juga meminta stafnya apakah aktifitas sudah berhenti, namun stafnya masih menemukan adanya alat crane. Pada paginya Rodi melapor lagi kepada Kepala Dinas Provinsi Kepri Abu Bakar.

Rodi mengaku terakhir menghitung jumlah pelat baja tersebut 27 Oktober 2016 lalu, jumlah pelat baja masih 166 keping.

Setelah itu, dia bersama Satpol PP, Inspektorat Provinsi Kepri, bagian keuangan melakukan penghitungan bersama dan pengamanan. “Setelah itu kita diskusi, dan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian Agustus 2018,” katanya.

Sementara itu, Abu Bakar beralasan kenapa kasus kehilangan itu dilaporkan Bulan Agustus padahal kejadian Juni 2018, karena ia mendapat musibah pada Agustus itu orang tuanya sakit.

“Selain itu, kita juga tidak melapor, karena sedang mengadakan evaluasi bersama inspektorat kita benar-benar hitung berapa yang hilang,” katanya.

Dalam proses tersebut Abu juga mengatakan, dirinya sudah bertemu langsung dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan mempertanyakan terkait pernyataan Andi Cori bahwa ia mendapat perintah dari Nurdin. “Saya sudah menannyakan ke Pak Gub, beliau tidak ada memberikan perintah,” katanya.

Sidang ditutup pukul 18.30 WIB dan akan dilanjutkan pekan depan. Hakim meminta kelima saksi tetap dihadirkan dalam sidang lanjutan.

Wartawan: Yuli
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *