oleh

Tak Mau Divisum di RSUD HM Sani, Keluarga Minta Jenazah Hermansyah Diotopsi


Karimun, Kepridays.co.id – Hermansyah (45) warga Kavling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau meninggal setelah sempat berobat di RSUD HM Sani Karimun, Jumat (14/6).

Keluarga almarhum menduga ada yang tidak beres dengan penanganan medis di RSUD tersebut. Karena Herman awalnya cuma demam biasa. Justru setelah disuntik dan diberikan obat sakit tambah parah hingga kaki bengkak dan melepuh dan berujung kematian. Pihak keluarga pun meminta agar korban dilakukan otopsi, dan tidak divisum di HM Sani.

Hal tersebut dilakukan agar mengetahui apa penyebab pasti kematian korban, apakah benar akibat malapraktik yang dilakukan oleh pihak RSUD HM Sani atau bukan.

“Pokoknya kami minta adik kami di otopsi. Kami tidak mau diperiksa sama pihak RSUD Hm Sani, karena sama aja bohong kalau divisum disini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan bahwa hari ini (Sabtu) dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara di Batam.

“Pihak keluarga sudah sepakat untuk dilakukan otopsi, dan kami dari Polres Karimun juga sudah berkoordinasi dengan dokter di RS Bhayangkara Batam, dan mereka siang ini akan turun untuk melakukan otopsi,” ujar Lulik, Sabtu (15/6).

Pihak kepolisian mendapatakan keterangan dari keluarga korban bahwa, sebelum Herman meninggal dunia, ia mengeluhkan sakit demam biasa dan dibawa berobatbke RSUD HM Sani pada hari Jumat (14/6) pagi.

Setelah dibawa ke RSUD, Herman diberikan suntikkan oleh pihak medis rumah sakit, setelah diberikan suntikan, sekitar jam 13.00 WIB, korban diijinkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Lalu pada pukil 18.10 WIB, korban kembali dibawa kerumah sakit yang sama karena mengeluh kakinya mengalami pembengkakan dan melepuh seperti luka bakar.

“Pukul 20.30 korban meninggal dunia. Kata pihak keluarga sewaktu dibawa kembali ke rumah sakit, korban kembali diberikan suntikan dan beberapa saat setelah itu korban mengalami sesak nafas dan akhirnya meninggal dunia,” tambah Lulik.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban, karena pihaknya masih menunggi proses dan hasil otopsi yang akan dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara Batam.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit, terkait peristiwa meninggalnya Hermansyah, yang diduga akibat malpraktik yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Penulis: Sari
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *