oleh

Pembobol Kotak Infak di Tanjungpinang Timur Ternyata Anak Bawah Umur, Uangnya untuk Main Game

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Pembobol kotak infak masjid di Tanjungpinang Timur ternyata anak bawah umur. Ironisnya, pelaku membobol dan mencuri uang kotak infak masjid digunakan untuk main game.

Hal ini terungkap saat Polres Tanjungpinang berhasil mengamankan satu orang anak bawah umur berinisial MF (12 laki-laki). MF diamankan polisi karena kedapatan mencuri uang dalam kotak amal di Masjid Al-Barokah, Jalan Nusantara, Gang Perkutut, Kampung Bangun Sari, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada 30 Agustus 2019 sekira pukul 08.13 WIB.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan pengungkapan kasus tersebut diawali dari adanya laporan dari Sulistiono warga Kampung Bangun Sari, Kelurahan Tanjungpinang Timur terkait pembobolan kotak infak di Masjid Al-Barokah. Laporan polisi dibuat pada 3 September 2019.

Pelaku anak bawah umur itu pun sudah dimintai keterangan dan mengaku bahwa uang yang dicuri digunakan untuk main game.

“Menurut pemeriksaan kita terhadap pelaku menyatakan uang yang dicuri dari kotak amal itu digunakan untuk main game,” ujar Alie, Rabu (4/09/19) di ruang kerjanya.

Menurutnya, pelaku juga mengakui sudah beraksi lebih kurang di 11 Masjid yang ada di wilayah Tanjungpinang Timur. Karena pelaku memang tinggalnya di wilayah Tanjungpinang Timur.

Namun, karena masih dibawah umur, saat ini pelaku sudah dititipkan oleh pihak kepolisian kepada orang tuanya.

“Untuk yang bersangkutan kita titipkan kepada orang tuanya karena dibawah umur dan tidak ada tempat khusus untuk penahanan di Polres Tanjungpinang tetapi kita kenakan wajib lapor setiap harinya,” jelasnya.

Adapun krinologi pencurian uang kotak infak di Masjid Al-Barokah yakni pada hari Jumat (30/08/2019) lalu sekira pukul 08.00 WIB saksi (Abdul Sukur) menelepon pelapor (Solustiono) untuk menyatakan bahwa kotak amal di Masjid Al-Barokah telah dicongkel dan dirusak. Uang ada di dalam kotak tersebut hilang kecuali uang koin tidak diambil oleh pelaku.

Kemudian pelapor menelpon pemasang kamera CCTV (Closed Circuit Television) yang ada di Masjid untuk memastikan aktif dan lansung memutar rekaman kamera CCTV tersebut.

Ternyata benar, dilihat dari rekaman kamera CCTV terlapor sedang membuka paksa dan mengambil uang yang berada didalamnya. Kemudian terlapor keluar dari Masjid dengan sembunyi-sembunyi saat melihat ada saksi diluar Masjid.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *