oleh

Ini Kronologis Fendi Jatuh ke Laut Hingga Meninggal Dunia

Bintan, KepriDays.co.id-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gunung Kijang Iptu Ngatno menjelaskan kronologis Anak Buah Kapal (ABK) Fendi (30) jatuh ke laut dan ditemukan meninggal dunia.

Berawal korban Fendi minum minuman keras bersama temannya, sekira pukul 00.00 WIB dini hari dan temannya pergi untuk istirahat. Tinggal hanya korban berdua bersama Anas.

“Saat beduaan korban memberikan nasehat kepada Anas, sudah jangan nakal-nakal lagi, korban mengatakan kalau nakal saya pukul. Lalu korban memukul Anas,” ujarnya menjelaskan, Senin (30/9/19) di Kamar Jenazah RSUP Raja Ahmad Tabib, Kota Tanjungpinang, Kepri.

Usai memukul Anas, korban langsung membangunkan teman lainnya yang juga ABK bernama Rusdianto. Lalu korban kemudian mengajak Rusdianto berkelahi.

“Korban mengajak Rusdianto berkelahi, setelah naik ke darat terjadi perkelahian korban dengan temannya, sudah berantam korban terjatuh ke laut,” ungkapnya.

Setelah terjatuh korban langsung hilang. Pihaknya dan masyarakat setempat dibantu Basarnas Tanjungpinang langsung melakukan pencarian. Namun, pencarian di hari pertama belum ditemukan atau nihil. Baru hari ini ditemukan.

“Percarian hari pertama masih nihil dan korban ditemukan hari ini sekitar pukul 10.30 WIB,” ucapnya.

Saat ini, tambahnya, pihaknya sudah mengamankan tiga orang teman korban yang ikut dalam masalah ini yakni Anas, Rusdianto dan Anto ke Polsek Gunung Kijang untuk diperiksa lebih lanjut.

“Temannya yang ikut minum dan berkelahi sudah diamankan untuk di periksa lebih lanjut,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui terjadi perkelahian antara Anak Buah Kapal (ABK) di sebuah pompong. Akibat perkelahian itu, satu orang ABK bernama Fendi (30) jatuh ke laut di Pelabuhan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Minggu (29/9/19) pukul 01.00 WIB.

Setelah terjatuh, Fendi tidak kunjung muncul ke permukaan dan akhirnya ditemukan, Senin (30/9/19) pukul 10.10 WIB oleh Tim SAR gabungan.

“Korban ditemukan setelah kapal yang sandar untuk gerak dan akhirnya korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan meninggal dunia,” ujar Kepala Kantor Percarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Mu’min melalui Kasi Ops, Eko Suprianto, Senin (30/09/2019).

Wartawan: Amri
Editor: Roni


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *