oleh

Puluhan Warga Minang di Tanjungpinang Gelar Aksi Sikapi Tragedi Wamena


Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Puluhan warga Minang yang ada di Kota Tanjungpinang menggelar aksi Peduli Terhadap Tragedi Wamena, Jumat (4/10/19) sore di Laman Boenda, Gedung Gonggong, Tanjungpinang, Kepri.

Aksi tersebut menyikapi peristiwa unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan di Kabupaten Wamena, Provinsi Papua Barat pada 24 September 2019 yang mengakibatkan beberapa dari warga minang meninggal dunia.

Dalam orasinya, perwakilan massa mengajak orang minang diseluruh Indonesi bersatu dan bangkit. Diantaranya dengan menggalang dana untuk saudara-sudara yang ada di Wamena.

“Ini baru mulai pembukaan dan besok mulai jalan untuk mencari donasi di Tanjungpinang. Orang kita kan banyak disini, nanti kita minta lah donasi dari mereka-mereka, besok berjalan,” jelasnya.

Menurut data yang diterima, warga minang di Wamena, Papua kurang lebih ada sebanyak 200 orang. Dari jumlah itu, saat ini sudah ada 10 orang warga minang meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi di Wamena.

“Yang sudah dibawa ke kampung halaman, Pesisir Selatan, Padang itu ada 8 rang dan 2 orang lainnya masih disana yang mungkin terbakar dan dikubur di sana,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Warga Minang Kota Tanjungpinang, H. Muchrizal mengatakan pihaknya turut perihatin atas peristiwa tersebut dan turut berduka cita meninggalnya saudara-saudara yang berasal dari Sumatera Barat, Bugis dan daerah lainnya.

Pihaknya pun mendukung pemerintah dan pihak kemanan baik TNI dan Polri untuk segera menangkap pelaku kerusuhan. Pihaknya juga mendorong pemerintah dalam hal ini Menkopolhikam untuk segera mengungkap kepada publik pelaku kejahatan tersebut serta mengadilinya.

“Apabila pelaku pembunuhan sudara kami ini berasal dari kelompok kriminal atau organisasi yang ingin melepaskan diri dari Indonesia maka kami mendukung pemerintah untuk segera menetapkan kelompok kriminal atau organisasi tersebut sebagai teroris,” katanya.

Terakhir, pihaknya minta kepala pemerintah baik pusat atau daerah terkait untuk memberikan fasilitas kepada para pengungsi yang ingin keluar dari Papua.

“Tuntutan ini nanti akan kita kirim ke melalui DPRD Tanjungpinang lalu ke DPRD Kepri dan langsung ke DPR RI,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *