oleh

Penyandang Disabilitas Ikut Meriahkan Malam Puncak Kemilau Nusantara Kepri 2019

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Kurang lebih 20 penyandang disabilitas ikut meriahkan malam puncak kemilau Nusantara Kepulauan Riau (Kepri) 2019, Sabtu (23/11/19) malam di Grand Ballroom CK Hotel Tanjungpinang. Kegiatan tersebut diselenggarakan Castle Platinum dan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri.

Ketua Panitia yang juga Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tanjungpinag, Ristianti Andriani mengatakan, selain anak-anak disabilitas kegiatan itu juga diikiluti dari umum kurang lebih 50 orang. Disabilitas khususnya Tuna Rungu (tuli), Tuna Grahita (mental), Tuna Daksa (cacat fisik) dan bermacam-macam Difabel lainnya.

“Sungguh luar biasa dan sempat pada saat itu saya meneteskan air mata yang betul-betul menyadarkan kita itu jangan terlalu memandang keatas, lihatlah Difabel yang berkebutuhan khusus dan juga bersangat tinggi,” katanya.

Menurutnya, kekurangan tidak menjadikan suatu halangan bagi mereka (Difabel) untuk berprestasi dan terus memacu hidup dan semangat hidup. Ia berharap, kedepannya pemerintah dalam hal ini Dispar Kepri khususnya yang terpilih tadi untuk diberangkatkan dan dibimbing serta diberi semangat yang lebih, karena dirinya yakin itu akan lebih membawa marwah atau mengharumkan nama Kepri seperti daerah-daerah lainnya.

Juga, lanjutnya, kedepan kegiatan Malam Puncak Kemilau Nusantara Kepri ini dapat terus berjalan setiap tahunnya dan mendapat mensupport dari Pemrintah khususnya Dispan Kepri.

“Semoga Kepri khususnya Dispar bisa lebih merangkul anak-anak muda Kepri yang begitu antusias dan mereka ingin sekali bisa dikirim ke Jakarta dan kita berharap supaya Dispar Kepri dapat membantu bagi mereka-mereka yang berprestasi dan bagian kebanggan Kepri,” harapnya.

Ditempat yang sama, salah satu Juri asal Singapura, Sasha Asita mengungkapkan rasa bangga dan terimakasih karena menjadi bagian dari acara ini.

“Saya dari Singapura diundang Platinum berbesar hati karena mejadi salah satu juri dalam acara malam Puncak Kemilau Nusantara Kepri ini ,” ucap Model Internasional Singapura itu.

Untuk katagorinya adalah A, B dan C. Sementara usianya dari umur dari 4 sampai 8 tahun, dari 9 sampai 13 tahun dan 15 sampai 17 tahun.

“Alhamdulillah disini anak-anak muda banyak berbakat beda dengan anak-anak Singapura. Kalau anak-anak di Singapura itu kalau masuk ivent (peraduan) selalu usia 20 tahun ke atas, tapi kalau disini (Indonesia) anak-anak kecil sudah berbakat,” ungkapnya.

Sementara, Plt Gubernur Kepri melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi Provinsi Kepri, Eko Sumbaryadi mengatakan, ivent seperti ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan layak menjadi kegiatan tahunan.

“Iven sperti ini sangat baik khususnya dalam rangka menumbuhkan rasa percaya diri serta keberanian pada anak-anak dalam mengekspresikan dirinya,” ucapnya singkat.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *