Categories: BATAM

Paparkan Kebijakan Pemerintah di Hadapan Investor, Rudi: Pembangunan Batam Standar Internasional

Batam, Kepridays.co.id–Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menyiapkan berbagai kebijakan untuk menyambut investor. Menurutnya pemerintah daerah punya perencanaan matang untuk pengembangan Batam ke depan. Terutama dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.

“Sampai 2025, jalur utama Kota Batam akan diselesaikan. Anggaran Pemko dan BP Batam akan dipadukan. Pelebaran jalan utama akan sampai ke Tanjunguncang, Batuaji, Seibeduk, Nongsa,” kata Rudi dalam Grand Opening Travelodge Hotel, Jumat (10/1/2020).

Pembangunan di Batam tidak sekadar membangun, tapi dibuat sesuai standar internasional. Apabila ini terwujud, maka Batam akan menjadi daerah tingkat 2 terhebat di Indonesia.

Selain penataan jalan, fasilitas pendukung juga akan diperbaiki, seperti pelabuhan dan bandara. Ia sebagai Kepala BP Batam sudah menandatangani kontrak dengan Pelindo II untuk memperbaiki Pelabuhan Batuampar.

“Bandara kita juga akan ditata kembali. Sekarang lagi dilelang. Mudah-mudahan April sudah dapat pemenangnya,” kata dia.

Pelayanan perizinan pun akan dibenahi. Termasuk dalam hal impor barang. Sistem akan dibuat untuk meminimalisir pertemuan orang dengan orang. Sehingga dapat membasmi praktik percaloan dalam perizinan.

“Semua ini dilakukan tak lain agar investasi masuk ke Batam. Ini dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Kota Batam yang pernah kita nikmati bersama 20 tahun silam. Dulu pertumbuhan ekonomi sampai 17 persen. Tahun 2016, tinggal 1,8 persen. Saat ini sudah mulai merangkak naik jadi 4,72 persen. Tapi saya belum puas, harus kita naikkan lagi. Momentum dan kesempatan semua ada. Seluruh pemerintah dan aparatur kita ajak bersatu,” paparnya.

Kehadiran hotel dengan fasilitas berstandar internasional juga penting. Karena pemerintah ingin menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Batam. Ini sejalan dengan fokus program pemerintah yakni pengembangan pariwisata, di samping industri.

“Yang datang internasional maka fasilitas harus berstandar internasional. Kegiatan pariwisata di Batam juga ada ratusan. Dengan wisata hidup semua mendapat nikmat rezeki,” ujarnya. (*)