oleh

Pulihkan Mental: Siswa SMPN 10 Menjalani Pendampingan Psikolog

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Tanjungpinang yang diberhentikan ternyata pernah dilakban mulutnya saat jam pelajaran berlangsung di kelasnya oleh oknum guru di sekolah tersebut.

Hal itu terungkap saat orang tua murid, Hendy, Selasa (25/2/2020) kemarin menghadiri mediasi dengan pihak sekolah dan beberapa guru termasuk oknum guru yang melakukan, pihak Disdik kota serta KPPAD Kepri.

Orang Tua Murid Hendy mengatakan, dengan kejadian itu anaknya akan menjalani pendampingan psikolog di Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri. Hal ini juga merupakan saran dari Komisioner KPPAD Provinsi Kepri, Titi Sulastri saat mediasi kemarin.

“Seperti saran dari KPPAD buk Titi untuk sementara waktu dilakukan psikolog dulu untuk memulihkan mentalnya,” ujar Hendy, Rabu (26/2/2020).

Memang, kata dia, saat mediasi kemarin pihak sekolah menerima kembali anaknya. Namun, saat ini dirinya fokus ke mentalnya dulu.

Menurutnya, kejadian ini akan membuat mental anaknya jatuh atau down. Bahkan, kata dia, saat ini anaknya sering merenung dan banyak diam di rumah.

“Anak saya sekarang banyak merenung dan terdiam dirumah. Jadi, untuk sementara saya akan pulihkan dulu mental anak saya dengan pendampingan spikolog dan muda-mudahan anak kami baik-baik saja,” harapnya dengan raut wajah sedih.

Sementara, Titi Sulastri mengaku sudah melihat dan bongkar semua bukti-bukti, memang ada sesuatu yang terjadi yang tidak diketauhi dan itu bisa digali dengan psikolog.

Dia menjelaskan, kalau memang nanti ada beban atau ada apa-apa itu nanti dia (anak) curhat. Spikolog nanti minta dia menggambar yang bisa dinilai menurut keilmuan spikolog dan sekalian nanti dimotivasi apakah mau belajar disekolah (SMN 10) ini atau tidak.

“Nanti kita akan hubungi komisioner spikolog yang biasa menangani hal seperti ini dan dalam waktu dekat akan ada hasilnya,” katanya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan




Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *