oleh

Tingkatkan Imun Tubuh Pegawainya, BPTP Kepri Bagikan Kubis Organik Hasil Kebun Sendiri

Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau (Kepri) membagikan kubis organik kepada pegawainya. Kubis organik tersebut merupakan hasil panen dari kebun BPTP Kepri. Dengan mengonsumsi kubis itu diharapkan dapat meningkatkan sistem imun para pegawainya.

Kepala BPTP Kepri Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP langsung memanen hasil kebun tersebut didampingi Kasie KSPP Ahmad Misbah, SP., M.Sc. dan penanggung jawab OPAL Deddy Hidayat S.Pt., M.Pt., serta beberapa staf lainnya. Sugeng juga menyerahkan langsung kubis tersebut kepada pegawai.

Menurutnya meskipun berada di dataran rendah, bahkan di bibir pantai, kantor BPTP Kepri memiliki pekarangan yang cukup luas yang bisa digunakan dalam menunjang berbagai kegiatannya.
OPAL dan Tagrimart yang menjadi salah satu andalan BPTP Kepri, pada musim ini mencoba membudidayakan berbagai jenis sayuran organik yang biasa dilakukan di dataran menengah hingga tinggi. Salah satu jenis sayuran yang dibudidayakan adalah Kubis.

Kubis merupakan salah satu anggota keluarga tumbuhan Brassica yang memiliki beragam bentuk dan warna seperti merah, ungu, putih, dan hijau. Tak hanya itu, kubis juga memiliki beragam kandungan vitamin dan mineral. Hal itu membuatnya tepat dikonsumsi sebagai penjaga kesehatan tubuh.

Dia menjelaskan, manfaat kubis dalam menjaga kesehatan tubuh kita antara lain untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan imunitas dan kesehatan pencernaan, menyediakan nutrisi penting untuk otak karena mengandung vitamin K, membantu menurunkan berat badan, mencegah kanker, membantu menyehatkan mata.

“Melihat manfaat kubis yang begitu banyak, mengkonsumsi kubis merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam meningkatkan sistem imun dalam tubuh guna menghidarkan diri dari paparan corona virus,” kata Kepala BPTP Kepri Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP, Rabu (08/04/2020).

Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian yang menghimbau agar seluruh pegawai Kementerian Pertanian seluruh Indonesia untuk senantiasa menjaga kesehatannya beserta keluarganya. Oleh karena itu BPTP Kepri mengoptimalkan apa yang ada di sekitar pekarangan kantor difokuskan untuk kesehatan karyawannya.

“Seluruh hasil panen yang ada dalam kegiatan OPAL dan Tagrimart ini, dibagikan ke seluruh staf Balai. Saya mau staf saya semuanya sehat, makan makanan yang bergizi, dan bebas dari corona,” tambahnya.

Kubis yang dibudidayakan dalam kegiatan OPAL BPTP Kepri ini merupakan Kubis Organik yang dipanen pada umur 92 hari. Alasan memilih membudidayakan kubis secara organik lebih pada menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Kubis tersebut dibudidayakan dalam lahan seluas 2,5×10 meter secara tertutup didalam nethouse. Tujuan penggunaan nethouse yaitu untuk mengurangi paparan sinar matahari sehingga kelembapan tanaman dapat terjaga serta mengurangi serangan HPT.

Kubis ditanam secara zig zag degan jarak tanam 60×60 cm menyusur pinggir bedeng. Penyiraman dilakukan seminggu dua kali saja untuk menjaga kelembapannya karena kubis tidak terlalu memerlukan banyak air.

Pupuk yang digunakan hanya dengan mengaplikasikan POC yang dicampurkan dengan air pada perbandingan 1:1 di sepanjang lorong antar tanaman dua kali seminggu. Pemeliharaan lainnya meliputi pembubunan disekitar batang kubis untuk penguatan batang tanaman agar tidak mudah roboh karena ditanam di pinggir bedengan.

”Selain penyiangan gulma, penyiangan pelepah paling bawah dari tanaman harus rutin dilakukan, agar daun tidak menempel pada tanah sehingga air tidak mudah tertampung yang dapat menyebabkan daun mudah busuk,” tambah Abdul Rasyid anggota tim kegiatan OPAL yang menangani budidaya Kubis Organik tersebut.

Selain penggunaan pupuk organik, pestisida yang digunakan juga organik yaitu berasal dari serai wangi yang disemprotkan sekali seminggu untuk mencegah kerusakan pada tanaman yang diakibatkan oleh OPT yang mungkin terperangkap dalam nethouse.

Dalam menghadapi wabah seperti ini sangat penting melakukan budidaya sayuran baik secara organik maupun anorganik, untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan pangan daerah. Budidaya sayuran dengan memanfaatkan pekarangan yang ada baik di kantor maupun di rumah untuk konsumsi pribadi maupun keluarga.

Sayuran sangat dibutuhkan dalam menjaga kesehatan tubuh khususnya meningkatkan sistem imun agar kita tidak mudah terserang penyakit. Dengan kondisi tubuh yang sehat secara otomatis kinerja kita akan lebih optimal untuk mewujudkan pertanian yang maju mandiri dan modern.

Penulis: Firsta Anugerah Sariri, SP. Calon Penyuluh BPTP Kepri

Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *