oleh

Tak Bisa Lebaran di Kampung, Uang Tiket pun Tak Kembali

Tanjungpinang, Kepridays.co.id-Eviviola calon penumpang maskapai Lion Air rute Batam-Lampung harus menerima kenyataan tak bisa pulang kampung. Pasalnya maskapai tak lagi melayani rute penerbangan. Bandara ditutp untuk penumpang karena Covid-19. Namun apesnya lagi uang tiket yang sudah dia beli tak bisa kembali dalam bentuk uang.

Akibatnya, perantau di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri ini mengaku sedih tidak terkira. Karena dia batal merayakan lebaran mendatang bersama keluarga tercinta di Kampung. Ditambah uang tiket yang sudah sempat dibelinya tidak bisa kembali.

“Saya sedih bang, sudah tak bisa balik kampung, uang saya membeli tiket itu pun gak bisa dikembalikan dengan uang kes,” ujar Eviviola.

Rencananya, dia akan berangkat dari Bandara Hang Nadim, Batam dengan tujuan Bandar Lampung pada 20 Mei 2020 ini. Namun, karena isu wabah virus Corona (Covid-19) terus berkembang penerbangan ditutup hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Dia menceritakan, pada hari Senin (27/4/2020) pagi dirinya mencoba menanyakan terkait hal ini ke ketempat penjual tiket yakni PT. Rejai Gemilang (RJ. Travel) yang beralamat di jalan Brigjen Kantamso, Kilometer 2.5, Tanjungpinang.

“Saya tadi dari tempat dimana saya membeli tiket ini, cuma mereka bilang gak bisa kembali uang kes dan harus diganti dengan voucher saja. Nanti pada saat ada penerbangan baru voucher itu kita ganti ke tiket,” jelasnya.

Pada hal, kata dia, dirinya ingin mememinta kembali uang tiketnya itu hanya ingin mengirimkan uang tiket tersebut ke Kampung. Sebab, kalau sudah habis lebaran momennya sudah tidak pas.

“Saya gak apa-apa gak balik, tapi saya pikir mendingan saya kirim saja duitnya ke kampung, gak banyak sih cuma Rp1.250.000 kan lumayan untuk nambah kebutuhan lebaran keluarga. Tiket ini jauh-jauh hari sudah saya beli, muda-mudahan ada solusinya,” harapnya.

Saat dikonfirmasi KepriDays.co.id seorang karyawan RJ. Travel mengatakan, tiket yang sebelumnya sudah dibeli oleh calon penumpang tidak bisa dikembalikan dengan uang kes dan akan diganti dalam bentuk voucher.

“Batasnya sampai 31 Oktober 2020 mendatang, jika tidak diambil maka akan hangus. Ini peraturannya langsung sari maskapai, bukan dari kita,” ucapnya saat ditemui.

Dia menjelaskan, voucher yang akan diberikan nantinya akan ditukarkan ke tiket di Bandara sesuai keberangkatan dalam tiket yang dipesan sebelumnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *