oleh

Polisi Belum Bisa Pastikan Him Tjuan Meninggal Dibunuh atau Bunuh Diri

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang menemukan fakta-fakta baru terkait mayat seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dan mengapung di laut antara Pelantar I dan Pelantar II, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri beberapa hari lalu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal menyampaikan, pihaknya telah mendalami kasus penemuan mayat di Pelantar I Tanjungpinang yang dibantu oleh Dandenpom.

Pihaknya juga telah berdiskusi dan melakukan pembedahan hampir dua hari dengan dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmat Tabib, Tanjungpinang.

Dari hasil dokter forensik bahwa positif korban meninggal dunia karena tenggelam. Artinya meninggal bukan di darat, tetapi di dalam laut karena di dalam paru-parunya itu sudah terendam air.

“Hasil visum rumah sakit juga tidak ada ditemukan adanya perlawanan. Kalau misalnya dia di bunuh pasti ada perlawanan,” ujar Iqbal, Sabtu (16/5/2020) usai Konfrensi Pers kasus pembunuhan di jalan Pantai Impian di Mako Polres Tanjungpinang.

Jadi dari hasil analisa dokter forensik dari RSUD menyatakan yang memar dibagian depan badan mayat saja. Terus, kabel yang ada dileher korban bukan ketat akan tetapi hanya nempel di leher korban.

“Kabel yang melilit di jasad korban tersebut cocok atau sama yang ada di rumah korban dan juga batu-batu itu milik korban,” ungkapnya.

Sementara, beberapa luka yang ditemukan di tubuh korban berkemungkinan diakibatkan benda atau bekas pembangunan atau cor pelantar yang lama.

Sedangkan memar dibagian depan jasad dan luka kepala bagian belakang itu bukan penyebab meninggalnya korban.

“Terkait tali, setelah kita gali dan kita kumpulkan anggota yang melakukan oleh TKP dan penyidik bahwa tali itu bukan diikat orang lain, tetapi anggota yang mengikat saat menevakuasi atau menarik jasat korban makanya tali itu tidak berbekas,” jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa ada saksi juga yang mengatakan bahwa sekitar pukul 05.00 WIB saat itu korban keluar rumah sendirian.

Selain itu, pihaknya juga menemukan fakta baru bahwa ada surat wasiat di rumah korban. Surat wasiatnya itu suatu ke stresan menghadapi Covid-19 karena hempitan ekonomi.

“Ada kalimat yang diulang-ulang di dalam surat wasiatnya itu, anak sekolah libur karena Covid-9, sekolah sampai Juni karena Covid-19, karena Covid-19 saya tidak bisa melakukan aktifitas dan terakhirnya itu adalah selamat jalan Covid-19,” ujar Iqbal menjelaskan isi surat wasiatnya itu, Sabtu (16/5/2020) usai Konfrensi Pers kasus pembunuhan di jalan Pantai Impian.

Dan juga ada wasiat bahwa rumah yang ada di Pulau Bulu nanti dibagi ke si A, B dan si C. Itu adalah surat wasiatnya.

Walaupun demikian, pihaknya juga terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

“Yang jelas kita masih lakukan pendalaman. Intinya, kami dari Polres belum bisa memastikan bahwa ini kasus pembunuhan atau bunuh diri. Namun, hasil diskusi kita bersama dokter forensik bahwa faktanya seperti itu,” tutupnya.

Sebelumnya Hin Tjuan (63), warga jalan Bintan, Nomor 65, RT 003/RW 003, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang ditemukan mengapung di laut antara Pelantar I dan Pelantar II, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (13/5/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Jasad tersebut pertama kali dilihat atau ditemukan oleh seorang kapten speed boat dan kemudian dilaporkan ke polisi. Lalu mayat dibawa oleh pihak polisi bersama Tim Inafis Polres Tanjungpinang ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang untuk dilakukan di visum.

Wartawan: Amri
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *