oleh

Gedung PKK Kurang Tepat untuk Pekerja Transit, Lis: Bisa Koordinasi dengan Pemprov


Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Polemik ratusan pekerja transit asal Riau tujuan Sambas Kalimantan Barat di Tanjungpinang menjadi sorotan beberapa pihak. Pasalnya ratusan pekerja tersebut masuk ke Tanjungpinang di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Setelah sempat menginap di ruko kawasan Tanjung Unggat akhirnya ratusan pekerja tersebut di pindahkan ke Gedung PKK Senggarang. Kebjakan itu diambil setelah Plt Walikota Tanjungpinang Rahma bertemu dengan tokoh warga dan perwakilan pekerja yang di latar belakangi keresahan warga.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kepri Lis Darmansyah mengatakan sebenarnya masalah pekerja tersebut bisa dikoordinasikan ke Pemprov Kepri.

“Kalau gedung PKK kan bisa-bisa saja, tapi kurang tepatlah untuk pemanfaatannya,” kata Lis, Selasa (8/06/2020).

Menurut Lis pemindahan ratusan pekerja ke gedung PKK kurang tepat. Karena Tanjungpinang juga sebenarnya ada gedung RPTC dan bisa dikoordinasikan dengan provinsi untuk difasilitasi ke Kemensos.

“Atau mungkin kalau masih memungkinkan BLK yang di Batu 8. Apalagi transit nya lebih dari 3 hari. Karena ini kan terkait dengan keamanan dalam sisi kesehatan dan juga tentu juga harus di pikirkan dalam sisi kelayakan dan sarana pendukung lainnya seperti MCK nya,” katanya.

Sebelumnya, Untuk menghindari keresahan warga, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memindahkan warga asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) dari Tanjung Unggat ke Gedung PKK Senggarang, Minggu (7/6/2020).

Hal itu disampaikan oleh Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma saat melakukan pertemuan bersama warga setempat dan perwakilan warga Sambas di Tanjung Unggat dalam hal untuk mencari solusi dari keluhan waega setempat. Solusi dipindahkan itupun disambut baik oleh warga Sambas.

“Agar tidak menjadi keresahan dan menjaga kenyamanan antar sesama, saudara kita asal Sambas, saya pindahkan ke Gedung PKK di Senggarang,” ujar Rahma.

Menurutnya, di Gedung PKK itu lebih layak huni dan jauh dari pemukiman warga.

Tanpa menunggu waktu lama, Rahma pun langsung mengerahkan beberapa bus Pemko Tanjungpinang, Mobil Dalmas Satpol PP Tanjungpinang untuk tranportasi para pekerja kayu tersebut.

Patauan, pemindahan ratusan pekerja asal Sambas itu dimulai dari pukul 10.00 WIB dan diawasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Camat, Lurah, RT serta Pemuda setempat.

Sebelumnya, Sebanyak 293 orang selesai bekerja kayu di Hutan Tanaman Industri (HTI) Pekan Baru asal Sambas, Karbar dan ingin pulang ke Kalbar, namun tidak ada transportasi sehingga melakukan transit di Tanjungpinang. Mereka tiba di Tanjungpinang, Jumat (5/6/2020) malam.

Sebelum dipindahkan, mereka tinggal atau istirahat disalah satu ruko di jalan Sultan Mahmud, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi kepri menunggu keberangkatan untuk kembali ke kampung halamannya di Sambas. (Iwn/Amri)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *