oleh

Polisi Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Gunung Lengkuas

Bintan, KepriDays.co.id -Kepolisian Resor (Polres) Bintan menertibkan pertambangan pasir ilegal di kawasan pemukiman warga RT 002/RW 002, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

“Kita sudah lakukan penertiban,” ujar Kapolres melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Bintan AKP Agus Hasanudin, Sabtu (27/6/2020) saat dikonfirmasi.

Saat ini, kata dia, aktivitas pertambangan pasir itu sudah diberhentikan. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan giat terhadap tambang tersebut.

“Rencana kalau ada kegiatan lagi kita gabungan dengan dinas terkait dan TNI juga,” ucapnya.

Dia mengaku, belum mengetahui pasti siapa pemilik pertambangan pasir ilegal itu dan belum ada dilakukan pemanggilan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

“Kila lagi selidiki siapa saja orang yang terlibat dalam tambang pasir ilegal ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah turun ke beberapa lokasi tambang pasir ilegal salah satunya di Kecamatan Gunung Kijang. Namun, untuk di Kelurahan Gunung Lengkuas belum turun ke lokasi.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Teknik dan Lingkungan Pertambangan Mineral di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Reza Muzzamil Jufri memastikan bahwa pertambangan pasir tersebut adalah tanpa izin atau ilegal.

Pada lokasi dimaksud saat ini tidak tercatat memiliki izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, sehingga kegiatan dimaksud adalah tanpa izin (ilegal).

“Iya kegiatan dilokasi yang dimaksud adalah ilegal,” tegas Reza.

Sesuai dengan pasal 158 UU 4 tahun 2009, bahwa kegiatan pertambangan tanpa izin adalah tindakan pidana, maka yang memiliki kewenangan untuk penindakan adalah Aparat Penegak Hukum (APH).

Informasi yang dihimpun, aktivitas pertambangan tersebut sudah beroperasi sejak awal tahun 2020. Pasir hasil dari menambang itu dijual ke pemasok atau penampung seperti pemilik toko bangunan di kawasan Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.