oleh

Tahun Ini, BNN Tanjungpinang Sudah Rehabilitasi 43 Pecandu Narkotika


Tanjungpinang, Kepridays.co.id -Hingga pertengahan 2020 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang merehabilitasi sebayak 43 orang pecandu Narkotika. Rehabilitasi dilaksanakan dengan rawat jalan.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Darsono, Jumat (26/6/2020) saat acara Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020 di Kantor BNN Tanjungpinang, Senggarang.

Dia mengatakan, semua yang rehabilitasi mayoritas usia 35 hingga 45 ke atas dan rata-rata bekerja swasta dan tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Menurutnya, para pecandu narkotika itu bukanlah karena faktor ekonomi, akan tetapi karena salah pergaulan. Sebab, berteman dengan pengguna narkoba tidak menutup kemungkinan akan ikut terpengaruh juga.

“Kalau faktor ekonomi tidak juga, karena barang haram itu tidak murah. Paling karena pergaulannya,” katanya.

Dia juga mengatakan, dalam hal untuk mencegah penyalagunaan narkotika pihaknya sudah mengambil kebijakan yakni sosialisasi dengan masyarakat setempat.

Namun, dikarenakan pendemi virus Corona atau Covid-19 saat ini, maka dikurangi sosialisasi dengan tatap muka dan digantikan sosialisasi melalui media, contohnya radio. Bahkan, lanjutnya, pihaknya mencegah penggunaan narkoba dengan cara melakukan test urine terhadap masyarakat maupun instansi pemerintahan.

“Kalau pelaksanaan test urine ke instansi pemerintah maupun instansi lainnya yang mefasilitasi adalah instansi itu sendiri. Maka, tergantung mereka karena yang membeli alat yang dibutuhkan adalah mereka. Kami hanya mefasilitasi tenaga saja,” jelasnya.

Dia menambahkan, hingga Juni 2020 baru SAR Tanjungpinang dan Lembaga Permsyarakatan (Lapas) setempat yang sudah melakukan test urine. Sementara dari Pemko Tanjungpinang belum ada melaksanakan. Sedangkan, tahun 2019 lalu yang melakukan test urine ada Satpol PP, Dishub Tanjungpinang dan lain lainnya.

“Tes urine itu memakan biaya, namun tergantung alatnya yang mahal dan murah. Kalau seperti yang dibeli di Apotek Tanjungpinang Rp100 hingga Rp130 ribu per unit, itu untuk per orang,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *