oleh

SK Kemendagri Belum Turun, Rahma Tak Kunjung Jadi Walikota Tanjungpinang Definitif

Tanjungpinang, KepriDays.co.id– Pasca meninggalnya Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, DPRD Tanjungpinang sudah melaksanakana paripurna pemberhentian terhadap almarhum.

Bahkan DPRD juga menyurati Kemendagri melalui Gubernur untuk mengangkat wakilnya menjadi walikota defenitif, namun hingga sekarang masih belum ada turun SK Kemendagri.

Hal tersebut menjadi lika liku Rahma yang saat ini Plt. Walikota Tanjungpinang menjadi Walikota Tanjungpinang.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyusunan Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Wakil Walikota, Ashadi Selayar mengatakan, penetapan tersebut sangat penting karena berkaitan dengan kelangsungan pelaksanaan pemerintahan kota, karena langkah kebijakan Plt yang terbatas sebelum menjadi defenitif.

Disamping itu untuk Kota Tanjungpinang, jika sudah turun SK Kemendagri baru menyusul selanjutnya pemilihan Wakil Walikota.

“Kapan akan turun surat dari Kemendagri terkait pelantikan Plt walikota menjadi Walikota itu, yang lebih tahu dahulu adalah pemerintah provinsi, karena suratnya melalui Provinsi, Itu domain mereka. Kita berharap secepatnya,” kata Ashadi.

Dia menambahkan, jika belum ada penetapan walikota defenitif, maka pemilihan wakil walikota juga belum bisa dilaksanakan. Sesuai peraturan DPRD nomor 4 tahun 2019, yang mengacu pada PP 12 tahun 2015, setelah walikota defenitif ada, maka baru diupayakan untuk ada wakilnya.

Untuk pemilihan wakil walikota, ada dua panitia yang akan dibentuk dahulu yaitu, yang pertama, panitia penyusunan tata tertib pemilihan wakil walikota, kedua, adalah panitia pemilihan itu sendiri.

“Untuk yang pertama, sudah. DPRD kemarin telah melaksanakan paripurna pembentukan pansus penyusunan tata tertib (tatib) pemilihan wakil walikota. Sementara panitia pemilihan wakil walikota dibentuk menunggu Plt Walikota ibu Rahma resmi menjadi walikota defitinif. Kita sedang menunggu Kemendagri menetapkannya,” jelasnya.

Kemudian terkait nama-nama yang diajukan nanti itu, kata Ashadi, adalah dua nama calon, yang diusung oleh partai pengusung yaitu Gerindra dan Golkar.

“Karena mereka satu paket, jadi Gerindra dan Golkar mengusung dua nama calon wakil walikota,” katanya mengakhiri pembicaraan.

Wartawan: Munsyi Untung
Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *