oleh

Dugaan Korupsi Pajak di B2RD Tanjungpinang Tunggu Hasil Audit BPKP, Covid-19 Jadi Kendala

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Kasus dugaan korupsi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang hingga kini belum ada kejelasan.

Padahal dalam kasus ini penyidik Kejari Tanjungpinang sudah memeriksa atau memintai keterangan terhadap puluhan saksi beberapa waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, Ahelya Abustam mengatakan, Kasus dugaan korupsi pajak BPHTB yang dilakukan oleh oknum Aparatur Dipil Negara (ASN) di BP2RD Tanjungpinang ini sebenarnya telah memasuki babak baru.

Dalam waktu dekat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri akan merilis audit dana yang menyebabkan kerugian negara dalam kasus ini. Selain itu, olah forensik digital, penyimpanan data pada sebuah server yang disita oleh pihaknya.

“BPKP Kepri akan merilis hasil audit dan olah data forensik digital pada server yang kita sita kemarin untuk menentukan pasal untuk pelaku,” ujar Ahelya, Rabu (22/7/2020) di Kejari Tanjungpinang.

Menurutnya, selama melakukan penyidikan tidak ada kendala, hanya terkendala dengan adanya virus Corona atau Covid-19. Sebab, pada situasi Covid-19 ini pihaknya sedikit susah untuk memeriksa para saksi apa lagi di luar daerah.

“Kendala cuma situasi Covid-19 itu saja. Karena para saksi berhalangan hadir terutama saksi dari luar kota, sehingga waktu pemeriksaan tertunda. Jadi kita jadwal kembali,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kasi Pidsus, Aditya Rakatama menambahkan, pelaku dalam kasus ini memiliki intelijen yang tinggi, sehingga pelaku bisa saja mematahkan hasil penyidikan.

“Penyidik sudah maksimal ya. Cuman kita harus berhati-hati karena pelaku ini intelijennya tinggi. Makanya kita harus betul betul pastikan unsur pidananya,” ucapnya.

Makanya, pihaknya gunakan digital forensik ini untuk mengetahui jejak digitalnya baik dalam proses aplikasi, surat elektonik, percakapan dan beberapa penindakan disampaikan untuk di olah data forensik.

“Untuk audit BPKP insallah secepatnya. Sehari yang lalu saya dapat kabar katanya sebentar lagi, kita tunggu aja,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.