oleh

Ini Target dan Motif Jambret TKP Cempedak

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang bersama Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat berhasil menangkap pelaku jambret atau Pencurian dengan kekerasan (Curas) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (7/10/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pelaku berinisial DS (31 tahun). Terakhir, pelaku melakukan aksinya di Jalan Cempedak tepatnya dekat Masjid Ash Shobirin, Kampung Baru, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang dua hari lalu sekitar pukul 18.15 WIB.

“Pelaku kita tangkap di rumahnya di jalan Agus Salim, Tanjungpinang. Kebetulan disana tempat persembunyian dia,” ujar Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal didampingi Kasatreskrim Polres AKP Rio Reza Parindra dan Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Indra jaya saat Konferensi pers di Mapolres Tanjungpinang.

Dia menjelaskan, pada saat dilakukan pencarian barang bukti lainnya pelaku sempat mencoba melarikan diri dan memberontak kepada petugas.

“Saat itu sempat kejar-kejaran dengan petugas disaksikan juga dengan warga sehingga kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” ungkap Iqbal.

Modusnya, pelaku mengikuti korban dengan menggunakan sepeda motor dan setelah tiba di TKP langsung menarik korban hingga korban terjatuh, lalu pelaku membawa lari tas milik korban tersebut.

Dia (pelaku) ini menggambar targetnya dan kriteria korbannya harus perempuan dan juga etnis Tionghoa dan itu langsung dijadikan target.

“Setelah dijadikan target sama dia baru dipepet. Setelah dia pepet lalu ditarik tas korban sehingga terjatuh. Sasarannya hampir semua adalah wanita dan etnis Tionghoa,” kata Iqbal.

Sedangkan, lnjut Iqbal, dari hasil introgasi yang dilakukan oleh pihkanya bahwa hasil kejahatannya dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari, dan sebagian lagi digunakan untuk membeli narkotika.

Untuk jumlah total dari hasil jambretnya belum bisa dihitung. Namun, pengakuannya uang yang didapat dari tas hasil jambretnya bermacam-macam, ada yang Rp500 ribu, 200 ribu, 25 ribu. Kurang lebih semuanya jutaan.

Intinya motifnya adalah ekonomi. Jadi, selain dipergunakan untuk sehari-hari dia juga pergunakan untuk membeli narkotika.

“Ini masih kita dalami sampai sejauh mana keterlibatannya, apakah dia ada kaitannya dengan jaringan narkotika dan lain sebagainya,” ucapnya.

Pelaku juga mengaku bermain single atau sendiri. Namun, pihaknya juga masih mendalami hal tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa pelaku tersebut merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2014 ditangkap dan tahun 2017 keluar. Setelah itu, pelaku bekerja sebagai Office Boy (OB) di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang dan sampai sekarang statusnya masih OB.

Dalam bulan ini, pelaku sudah beraksi di 7 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Tanjungpinang, diantaranya di jalan Cempedak, jalan Soekarno Hatta, 2 TKP di jalan Kamboja dan jalan Delima.

“Adapun barang bukti dari hasil kejahatannya yakni dua unit Hp merk Ipone 11 dan Ipone 7, dua buah tas warna hitam, satu buah tas warna Orange, beberapa amplop ampau warna merah dan satu unit kendaraan roda dua merk Honda Scoopy warna putih yang digunakan pelaku,” papar Iqbal.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau jambret dengan ancaman 9 tahun penjara.

“Pasal tambahan karena pelaku merupakan residivis nanti kita akan koordinasi dengan jaksa untuk penambahan sepertiga hukuman,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat apabila ada kejadian-kejadian seperti ini tidak hanya sebarkan di Media Sosial (Medsos) tetapi juga dilaporkan ke pihaknya (Kepolisian).

“Insyallah, nanti kita akan jemput bola untuk mengukapnya,” tutupnya.

Sementara saat digiring untuk dihadirkan konferensi Pers, pelaku menjerit menahan sakit akibat timah panas yang dihadiahkan Polisi.

“Aduh sakit, sakit bang,” ucapnya saat digiring petugas.

Wartawan: Amri
Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *