oleh

Warga Kedapatan Beli Gas Elpiji Subsidi Lebih Satu Tabung, Kadisperdagin: Itu Tidak Diperbolehkan

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang bersama tim gabungan yang terdiri dari pihak Pertamina, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, Satpol PP Tanjungpinang dan lainnya melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Gas Elpiji Subsidi 3 Kg, Senin (26/10/2020) siang.

Tiba di Supermarket Isana yang terletak di Batu Hitam, pihaknya melihat salah seorang warga mebembeli gas 3 Kg sebanyak 5 tabung sekaligus.

“Ini tidak boleh, apalagi membawa gas sampai 5 tabung, pakai motor lagi cukup 1 aja lah,” tegur Kepala Dinas Disperdagin Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani kepada warga tersebut.

Nantinya, kata dia, warga yang kedapatan membeli lebih dari satu tabung ini akan dilacak oleh pihaknya dimana tempat tinggalnya dan akan mengarahkan ke agen untuk ditindak lanjuti.

Menurutnya, kegiatan sidak gas elpiji 3 Kg ini rutin dilakukan bersma tim gabungan. “Kegiatan ini rutin dilakukan, kalau kita (Disperdagin) hampir tiap hari turun,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada warga Tanjungpinang agar membeli gas dalam sehari satu tabung saja. Hal itu mengingat banyak lagi warga yang lain ingin membeli gas.

“Saya harap warga membeli gas dalam sehari satu tabung saja agar yang lain juga dapat. Karena kalau beli banyak-banyak atau lebih dari satu yang lain tidak kebagian,” harapnya.

Sementara itu, pihak Pertamina Tanjungpinang, Wiliam Handoko menyampaikan bahwa banyak temuan oknum masyarakat yang memanfaatkan isu kelangkaan gas elpiji 3 Kg.

Dari momen isu itulah oknum tersebut akan membeli gas yang lebih banyak untuk dijual kembali dengan harga yang tidak normal atau standard.

“Oknum inikan banyak caranya. Misalnya, di pangkalan ini beli 1 tabung, pangkalan lain juga beli 1 tabung dan begitu seterusnya,” jelasnya.

Dengan adanya seperti ini, untuk memecahkan masalah ini tidak bisa hanya satu pihak saja dan harus saling berkoordinasi dan cari jalan keluar bersama agar mencapai solusi.

“Kita juga tegaskan, jika ada pangkalan yang melanggar atuan, maka kita berikan sanksi,” tegasnya menutup.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *