oleh

Warga Sulit Dapatkan Gas Melon, Kadisperdagin: Gas Cukup, Cuma Sasarannya Belum Tepat

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Alhir-akhir ini, warga masyarakat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri mengeluhkan sulitnya mendapatkan Gas Elpiji subsidi 3 kilogram atau tabung gas melon.

Terpantau Kepridys.co.id, karena merasa kesal, ada masyarakat mengungkapkan kekesalannya di Media sosial (Medsos) Facebook (Fb) di salah satu group Fb Info Pinang.

Seperti, pemilik akun Fb, Hadi Mulyanto mengirimkan sebuah tulisan di akun grup Fb Info Pinang, tulisan tersebut berjudul “Tak usah masak biar mati biar puas sekalian #Rakyat jelata tepongkeng”. Tulisan itu diposting pada, Minggu (25/10/2020).

Tidak hanya itu, ada juga masyarakat yang menuliskan bahwa Riwayat Gas Elpiji 3 Kg di Tanjungpinang hampir tamat.

“Gas oh gas riwayatmu kini telah menjadi barang langka. Hampir setengah tangki bensin motor habis keliling cari gas ga dapat2. Berbulan2 gas 3kg menjadi buruan dan selalu sulit dicari dipangkalan. Uniknya warung2 yg bukan pangkalan ikut2an ngecer, dan dijual jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Akun Dicky K Putra di Fb.

Bahkan ada yang lebih unik, menurut postingan May di menuliskan bahwa Gas Elpiji 3 kilogram seperti jodoh yang susah dicari.

“Kmu kmna si kok susah kali di cari skrng..udh kayak mencari jodo aja…ngk kasihan ya sma yg membutuhkan kmu,” tulis akun May di Info Pinang.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani mengatakan, sebenarnya gas melon cukup di Tanjungpinang, cuma sasaranya yang belum tepat. Pihaknya masih ada menemukan pedagang membeli dari pangkalan dan akan menjual kembali terutama yang antri di SPBU.

“Dari kemarin kita turun rata-rata pangkalan sudah menjual sesuai HET Rp18 ribu, tapi sasarannya yang masih belum tepat,” ujar Yani, Selasa (27/10/2020) kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan tindakan berupa sanksi apabila menemukan pangkalan menjual kepada yang bukan pelanggan.

Sanksi tersebut berupa teguran dan akan ada pengurangan distribusi kuota. Misalnya, pangkalan A distribusinya jatahnya 50 tabung. Nanti akan dikurangi menjadi 40 tabumg dan terakhir baru pemutusan izin.

“Akan kita berikan sanksi kepada pangkalan karena pangkalan yang memiliki izin. Tapi sanski pengurangan kuota nanti agen yang melakukan,” jelasnya.

Hingga ini, pihaknya sudah memberikan kepada 22 sankai berupa teguran kepada pangkalan yang menjual tidak tepat sasaran.

“Itu bisa kita lihat dari logbooknya,” ungkapnya.

Saat ini, sistem pembelian tabung gas melon dari pangkalan harus menggunakan poto kopy KTP dan mengisi logbook yang sudah disediakan pihak pangkalan.

“Syaratnya wajib mengisi logbook dan poto kopy KTP. Itu syaratnya dari Pertamina,” katanya.

Dia juga mengatakan. Karena mulai beaok, Rabu (28/10/2020) ada libur panjang, maka pihaknya akan menyurati pihak Pertamina agar pendistribusian gas melon tetap jalan.

“Memang, biasanya distribusi gas ini tetap jalan seperti hari-hari besar, tapi kita tetap buat surat ke Pertamina,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *