oleh

Bangun Batu Miring di Badan Sungai, DPRD Minta Pemko Tegas

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Badan sungai yang mengalirkan air menuju Sungai Carang dikawasan RT1 RW 8 Kelurahan Air Raja dilakukan pemasangan batu miring oleh warga, sehingga DPRD Kota Tanjungpinang dari Komosi III bersikap dan mendatangi areal tersebut dan melihan adanya lpelanggaran aturan, Rabu, (18/11/2020).

Adapun anggota DPRD yang datang melihat lokasi diantaranya Ketua komisi III Agus Djurianto, Sekrtaris Ashadi Selayar, Said Indri dan Isdmiati, dan juga dihadiri anggota Satpol PP, Dinas Lingkungan hidup, Camat Tanjungpinang Timur, dan Lurah Air Raja.

Sekrtaris Komisi III Ashadi Selayar mengtakan, jika dilihat faktanya, pemasangan batu miring ini bukan di empadan badan sungai, tapi justru di badan sungai itu sendiri, dan ini trindikasi pelanggaran, dan menyalahi aturan.

“Jelas, yang kita lihat disini adalah pemasangn batu miring di badan sungai. Tentu kita minta kepada pemerintah Kota untuk tegas menegakkan aturan yang telah kita sepakati bersama-sama,’ tagas Ashadi.

Ashadi mengatakan, kita ada UU 329 tentang lingkungan hidup, dan kita juga ada peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Disitu DPRD bersama dengan Pemko Tanjungpinng menyusun aturan, mana-mana saja, dan apa saja wilayah dan peruntukannya.

“Yang jelas yang kami minta kepada pemerintah Kota Tanjungpinang untuk bersikap tegas untuk menegakkan aturan. Kan sudah jelas ini yang kita lihat (badan sungai yang dipasang batu miring),” katanya sambil menunjuk badn sungai yang dibangun batu miring.

Ia menambahkan, sungguh pun itu bersertifikat, contohnya, tidak boleh untuk dikelola. Karena itu badan sungai. Berdasarkan perda kita di RDTR, itu tidak boleh dibangun. Ada peruntukannya.

“Ketika masyarakat itu menguasai tanah, katakan saja misalnya tanah itu sudah bersertifikat, tapi kalau itu masuk ruang terbuka hijau, maka itu tidak boleh bangun, hanya utuk ruang terbuka hijau. Mau tanam silahkan selagi itu ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Sementar dari msyarakat yang membangun batu miring tersebut mengatkna bukan untuk dibangun, tetapi hanya untukmencegah agar tanah yang dipinggir sungai tidak longsor ke badan sungai.

“Sampai hari ini kami tidak melakaukan penimbunan ke badan sungai, tapi pemasangan batu miring itu hanya agar tidak longsor saja,” katanya.

Namun hal itu ditanggapi Ashadi hanya sebagia modus saja, sebab, kata Ashadi, sebelumnya ada juga masyarakat yang beraalas serupa, tapi ujungu jungnya ditimbun juga. “ Inikan modus saja,” kata Ashadi.

Wartawan : Munsyi Untung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *