oleh

Pariwisata Bintan Masih “Sakit”, Berharap Kran Wisman Dibuka Kemenpar RI

Bintan, KepriDays.co.id -Dampak virus corona memang begitu dahsyat bukan hanya ekonomi yang hancur-hancuran, namun berimbas juga kepada daerah-daerah pariwisata di Indonesia selama setahun ini.

Bukti nyata Pantai Lagoi yang disebut-sebut Bali Kedua Indonesia, ambruk, bahkan hampir sekarat kehilangan para pelancong untuk menikmati indahnya pantai tersebut.

Apalagi kebijakan pemerintah yang menutup kran Wisatawan Mancanegara masuk ke Indonesia selama pandemi corona, membuat para pengusaha, pegiat dan pedagang kecil di Lagoi menjerit.

Sudah beberapa strategi dilancarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bintan melalui Dinas Pariwisata selama setahun ini, hasilnya pariwisata Bintan mulai bergairah dan nampak bangkit dari keterpurukan.

Wan Rudi selaku Kepala Dinas Pariwisata Bintan memaparkan, selama tahun lalu Pariwisata Bintan mulai merangkak naik, dan untuk tahun 2021 tidak banyak strategi yang digunakan karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Masih monitor, apa habis Imlek ada informasi ngak ni untuk pembukaan Wisman,” kata Rudi, Selasa (6/1/2021).

Karena, lanjut Rudi, mengharapkan pasar domestik saja tidak cukup untuk mengembalikan pariwisata Bintan seperti dulu. Pasalnya, strategi promo saat ini oleh pengusaha-pengusaha Pariwisata Bintan hanya untuk bertahan.

“Tahun ini akan tetap promo, kalau ngak promo daya beli masyarakatnya rendah ngak bakalan terjual paket-paket di Lagoi. Tidak terjangkau harganya, jadi tetap promo dan discount seperti di Bayan Tree yang biasa villa mewah disewakan Rp. 10 jutaan di discount jadi Rp. 4 jutaan/malam, agar ada dana operasional bisa jalan dan pemerilaharaan hotel, resor, karyawan dan lain lain tertutupi,” jelas Wan Rudi.

Rudi juga menjabarkan, masa pandemi Covid 19 ini Pariwisata Bintan fokus pemulihan destinasi wisata dan pelaku wisata yang sangat terdampak akibat jumlah pengunjung yang berkurang.

“Strategis tetap masih sama fokus dengan pasar domestik yang ada di sekitar Bintan, Kepri dan Batam, kondisi ekonomi yang berat juga membuat pasar domestik juga tumbuh lambat, namun kita tetap optimis pariwisata tetap bisa bangkit perlahan, pelaku wisata kembali aktif, karyawan kembali bekerja namun dengn paket-paket kualitas jumlah wisata di kurangi tidak ramai dengan kualitas di destinasi luar alam terbuka,” katanya.

Oleh karena itu, Rudi sangat berharap kran Wisman dibuka oleh Pemerintah Pusat sehingga Pemerintah Kabupaten Bintan dapat mengatur arus lalu lintas Wisman yang bisa berkunjung didestinasi wisata mana saja.

“Kami harap dibuka, tapi di atur pada possisi tertentu dahulu, tidak buka semua untuk wisman ke Lagoi. Namun pada beberapa lokasi hotel tertentu saja seperti club med atau lainnya. Untum wisman lokal bisa hampir banyak lokasi yang di buka. Kalau pandemi sudah teratasi baru bisa buka besar,” harapnya.

Editor: Roni


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *