oleh

Besok Putusan PHP Pilgub Kepri di Mahkamah Konstitusi

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Mahkamah Konstitusi (MK) menjadwalkan Selasa (16/2/2021) besok sidang lanjutan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilgub Kepri 2020 dengan agenda Rapat Putusan Hakim (RPH) apakah dilanjutkan atau dihentikan.

“MK sudah menjadwalkan lanjutan sidang PHP Pilgub Kepri akan digelar besok pukul 13.00 WIB dengan acara Pembacaan Putusan/Ketetapan,” kata Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri Widiono Agung, Senin (15/2/2021).

Widiono Agung yang Bidang Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kepri menambahkan, jika menurut informasi dari sidang ke 2 MK pada tanggal 4 Februari 2021 lalu, MK telah menyebutkan bahwa pada sidang ke 3 nanti pihak yang dipanggil berarti perkaranya selesai.

Atau jelasnya, pihak yang dipanggil tersebut tidak dilanjutkan, artinya gugatannya PHP-nya tidak diterima atau ditolak.

“Sesuai dengan Flow Tahapan, Kegiatan dan Jadwal yang diterbitkan situs MK, bahwa acaranya Pembacaan Putusan/Ketetapan hanya tiga saja dari empat,” ujarnya.

Selain itu, Agung mengatakan, dari gugatan PHP Pilkada di Kepri yang diajukan ke MK ada sebanyak 4 PHP yakni Pilkada Provinsi Kepri, Pilkada Kota Batam, Pilkada Kabupaten Lingga dan Pilkada Kabupaten Karimun.

“Insya Allah dari 4 satker, 3 satker diatas untuk SK Rekapitulasi Hasil Penghitungan akan dikuatkan MK. Artinya hanya 1 yang sepertinya akan tetap berlanjut,” sebutnya.

Sebelumnya, Hakim Konstitusi Arief Hidayat menyampaikan, hakim konstitusi akan memutuskan apakah gugatan yang dilayangkan dengan nomor perkara 131/PHP.GUB-XIX/2021,akan dilanjutkan persidangannya atau tidak.

“Perlu saya sampaikan kepada pihak pemohon, termohon, terkait, dan Bawaslu, bahwa persidangan pertama dan kedua sudah kita selesaikan,” kata Arief sebelum menutup persidangan kedua gugatan PHP Pilgub Kepri, Kamis (4/2/2021) lalu.

Nantinya, tambah Arief, majelis panel akan melaporkan dalam Rapat Putusan Hakim yang dihadiri 9 Hakim MK, untuk mengambil kesimpulan dan putusan.

Ia melanjutkan, dalam RPH itu Hakim Konstitusi akan memutuskan, apakah perkara tersebut bisa dilanjutkan ke agenda pemeriksaan saksi ahli dan bukti tambahan, atau tidak.

“Ada dua kemungkinan dari perkara ini, bisa lanjut ke pemeriksaan berikutnya atau sudah cukup. Kalau tidak lanjut berarti sudah selesai sidang dalam perkara ini,” jelasnya.

Sementara, Isdianto selaku pemohon akan menyerahkan sepenuhnya hasil keputusan dewan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam persidangan sengketa Pilkada Kepulauan Riau.

“Saya serahkan hasil persidangan nanti ke dewan hakim MK, apakah dilanjutkan atau diputus sampai di situ,” kata Isdianto pasrah.

Isdianto menambahkan, dirinya akan tetap memantau proses persidangan di MK tersebut secara virtual. Untuk hasilnya tentunya diserahkan kepada proses persidangan tersebut.

“Kami hanya berusaha sebaik dan semampu kami. Untuk hasilnya kami serahkan kepada Allah SWT,” tegas Isdianto.

Editor: Roni


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *