oleh

Forum Pangkalan Tanjungpinang Tolak Kartu Kendali Gas Elpiji 3 kilogram

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Forum Pangkalan Gas Elpiji se-Tanjungpinang menolak peneraan kartu pelanggan atau kartu kendali gas subsidi 3 kilogram. Meskipun saat ini sudah resmi disebar Pemko di masyarakat Kota Tanjungpinang.

Junaidi Iskandar selaku Sekretaris Forum Pangkalan Elpiji se-Tanjungpinang mengatakan, pihaknya secara tegas menolak kartu kendali itu diberlakukan, karena masih ada yang rancu dan harus diubah dalam dasar hukumnya yaitu Perwako.

“Apalagi ini belum tau tentang keabsahan dari Perwako itu, apa bisa tanpa di fasilitasi Bagian Hukum Provinsi Kepri. Terus kami juga minta kata dilarang dalam Perwako dan Kartu Kendali diganti dengan prioritas,” kata Junaidi, Senin (1/3/2021).

Selain itu, Junaidi mengatakan, Forum Pangkalan bisa menerima Kartu Pelanggan kalau untuk kelompok tertentu seperti Rumah Tangga Sasaran atau lainnya, tidak seperti sekarang yang diberlakukan untuk masyarakat Tanjungpinang.

“Kami bisa menerima tapi tidak seluruh masyarakat Tanjungpinang. Untuk itu kami juga minta agar segera di revisi Perwako dan kami minta dilibatkan,” kata Junaidi.

Sedangkan, Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Atmadinata mengatakan, pihaknya hanya menjalankan anjuran dari Perwako Kartu Pelanggan tersebut, masalah revisi atau tidak prosedural itu langsung saja ke Bagian Hukum Pemko Tanjungpinang.

“Kami hanya menjalani, dan membagikan. Selama ini tidak ada masalah soal pembagian kartu kendali sudah di 3 lokasi,” kata Atma.

Sementara dari hasil RDP DPRD Tanjungpinang, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni mengatakan, DPRD Tanjungpinang mengeluarkan rekomendasi untuk Pemerintah Kota Tanjungpinang segera merevisi Perwako ini sesuai proses hukumnya, karena cacat prosedur atau cacat hukum.

“Perwako itu wajib di fasilitasi oleh Bagian Hukum Pemprov Kepri, dan sampai sekarang Perwako Kartu Pelanggan ini belum di fasilitasi. Oleh karena itu DPRD minta segera di perbaiki sesuai prosedurnya, dan kartu ini diminta untuk dihentikan sementara,” ujar Weni.

Penulis: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *