oleh

Kondisi Pandemi, Ibadah Ramadhan 2021 Masjid Agung Al Hikmah Terapkan Prokes

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Menindak lanjuti Surat Edaran (SE) Wali Kota terkait pelaksanaan kegiatan ibadah selama Ramadhan 2021 dengan kondisi masih dalam pandemi Covid-19, Masjid Agung Al Hikmah Kota Tanjungpinang terakan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Karena kondisinya masih Covid di masjid kita, kita tegakkan protokol kesehatan karena untuk menutup Masjid udah tidak mungkin lagi. Artinya kita akan coba terapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin,” ucap Fadholi selaku Imam Masjid Agung Al Hikmah, Senin (12/4/2021) siang.

Lanjutnya, nanti dipintu-pintu masuk disediakan petugas untuk membagikan masker kepada jamaah yang masuk, sekaligus membawa handsanitizer dan cek suhu untuk pelaksanaan prokes pada umumnya.

“Karena kegiatan di masjid agung inikan bukan hanya Shalat Tarawih kalau Ramadhan ada kuliah subuh ada kuliah zuhur kemudian ada Tadarus Remaja, tapi untuk tahun ini memang kita tidak melibatkan kepada anak-anak sekolah,” ucapnya.

Berbeda pada tahun sebelumnya, yang mana Tadarus Al-Qur’an yang melibatkan banyak orang tetapi di tahun ini terbatas sekitar 5-6 orang saja.

“Tadarus lomba antar sekolah ditiadakan tapi Tadarus Remaja tetap ada artinya tidak melibatkan banyak orang, dalam 1 malam paling 5-6 orang karena untuk menyelesaikan 1 Juz,” ucapnya.

Sedangkan untuk pesantren Ramadhan, kata Fadholi, ditiadakan tahun ini karena melibatkan banyak orang yang khawatir terjadi kerumunan.

Selain jumlah Jamah Tadarus Al-Qur’an yang di kurangi, Kultum sebelum Tarawih pun untuk durasi juga dibatasi.

“Kultum menjelang Tarawih tetap diadakan sesuai dengan jadwal dari Kementian Agama (Kemenag) tapi untuk penceramahnya Masjid Agung mengajukan nama-nama sendiri tidak atas rekom dari Forum Komunikasi Mubaligh, ya artinya kita mengusulkan nama-namanya ke Kemenag nanti kemenag yang mengatur waktunya kemungkinan kita batasi pada durasinya saja yang biasanya sampai 10-15 menit ya mungkin 10 menit itu udah maksimal,” ucapnya.

Lanjutnya, tarawihnya sendiri mungkin di percepat artinya tidak senormal dalam kondisi normal, agak di percepat.

Jamah Shalat Tarawih di Masjid Agung Al Hikmah sendiri tidak membatasi pengunjung yang ingin melaksanakan Ibadah Shalat Tarawih, karena menurutnya mengingat kondisi Masjid yang besar juga cukup untuk menampung Jamaah yang datang dan biasanya 10 malam awal Ramadhan yang datang cukup ramai namun masuk minggu ke 3 biasanya agak kurang, hanya tinggal 3-4 Shaff saja.

“Kita tidak ada batasan jumlah sih, Kalau kita batasin kesian juga karena orang dari mana-mana kan pengen Tarawih disini,” ucapnya.

Alat untuk alas Shalat, Fadholi selaku Imam menghimbau kepada masyarakat untuk membawa dari rumah jauh hari sebelum Ramadhan.

“Itu udah kita himbau sebelumnya shalat 5 waktu sebelum Ramadhan mereka di usahakan membawa alas shalat sendiri, karena kita kan ga bisa gulung Karpet ( Sajadah) karena memang bawahnya itu kan masih dasarnya masih semen kasar belum di keramik jadi kalau kita buka karpetnya jelek,” ucapnya.

Wartawan : Abu
Editor : Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *