oleh

Kasus Gelar Palsu, Rini Pratiwi Disidangkan

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Kasus dugaan gelar palsu yang menyeret oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Rini Pratiwi disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (21/4/2021). Agenda sidang pertama ini adalah pembacaan dakwaan.

Sidang dipimpin oleh hakim ketua, Boy Syailendra didampingi hakim anggota, Risbarita Manurung dan Sacral Ritonga, sedangkan jaksa penuntut umum (JPU), Mona Amelia.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa menyelesaikan studi S2 di Universitas Kejuangan 45 Jakarta pada 10 Desember 2014 dengan memperoleh gelar Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Pendidikan.

Selanjutnya, terdakwa mendaftar sebagai bakal calon anggota DPRD Tanjungpinang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang dengan menggunakan gelar M.Pd.

Kemudian, terdakwa mengajukan perubahan gelar akademik kepada anggota KPU Kota Tanjungpinang menjadi M.MPd yang mana semula terdakwa menggunakan gelar akademik M.Pd.

Dalam kontestasi Pemilihan legislatif (Pleg) terdakwa terpilih menjadi anggota DPRD Tanjungpinang, dalam surat keputusan KPU tentang penetapan calon terpilih Anggota DPRD Tanjungpinang tahun 2019 tercantum nama terdakwa dengan gelar akademik yang digunakan adalah MM.Pd. Dilaporkan ke Polres Tanjungpinang masih menggunakan gelar MM.Pd.

“Sampai terdakwa dilaporkan oleh saksi Pandi Ahmad Simangunsong ke polisi masih menggunakan gelar akademik MM.Pd,” ujar Mona Amelia.

Berdasarkan gelar akademik Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan yang seharusnya digunakan oleh terdakwa adalah dengan singkatan M.M bukan M.Pd atau MM.Pd.

Oleh karena itu, perbuatan terdakwa tersebut melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 68 ayat (3) Jo Pasal 21 ayat (4) UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Atas dakwaan tersebut, penasehat hukum terdakwa tidak menyatakan keberatan. Kemudian, sidang ditunda hingga satu pekan mendatang dalam agenda pembuktian.

“Sidang saya tutup,” ucap Boy Syailendra.

Sebelumnya, Rini Pratiwi dilaporkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tanjungpinang-Bintan atas dugaan penggunaan ijazah atau gelar palsu ke Sat Reskrim Polres Tanjungpinang pada, Senin (9/3/2020) silam.

Gelar yang diduga palsu tesebut yakni S-2, seharusnya Rini Pratiwi menggunakan gelar Master Management (MM), tapi malah menggunakan gelar Master Managemen Pendidikan (MMPd).

Setelah itu, Rini Pratiwi ditetapkan tersangka dugaan pengunaan gelar palsu pada, Selasa (20/10/2020). Berkas Rini Pratiwi sudah tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti pada Selasa (2/3/2021).

Wartawan: Amri



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *