Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Sebagian orang tua pelajar yang anaknya mengikuti vaksinasi khawatir bila anaknya mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), namun tidak ada pertanggungjawaban dari pemerintah. Karena sebelumnya mereka (orangtua) diminta menandatangani surat pernyataan bahwa anaknya bersedia mengikuti vaksinasi yang bermaterai Rp 10.000.
Menanggapi ini, Plt Dinkes Tanjungpinang, Nugraheni menyebutkan bahwa seluruh warga negara yang menjadi sasaran tidak boleh punya pilihan dan tidak boleh menolak.
“Seluruh warga negara yang menjadi sasaran tidak boleh punya pilihan, dia tidak boleh menolak cuma itu kemarin mungkin hanya untuk pengamanan bahwa orang tua tau bahwa putranya akan divaksin ya,” sebutnya saat dijumpai dikantornya, Rabu (7/72021) siang.
Masalah nanti vaksin itu akan ada efek samping, Nugraheni menjelaskan, semua tahu bahwa reaksi tubuh seseorang itu bermacam-macam dan itu sudah diinformasikan bahwa yang namanya KIPI itukan bisa terjadi pada siapa saja.
Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi alasan boleh menuntut karena setiap warga negara yang menjadi sasaran wajib terima vaksin.
“Itu tidak menjadi alasan boleh menuntut atau tidak, karena setiap warga negara yang sudah menjadi sasaran yang harus vaksin itu tak boleh menolak. Itu yang harus diyakinkan kepada kita semua. Di Bintan tidak membuat itu tidak membuat surat peringatan, ya karena yang namanya KIPI bisa terjadi pada siapa saja,” ucapnya.
Lanjutnya, jika nanti ada reaksi itu didalam ada Contak Person bisa menghubungi itu nanti akan diarahkan apa yang akan dilakukan, apa yang akan diberikan tindakan.
Sedangkan sampai saat ini, dia menyebutkan belum mendapatkan laporan terkait KIPI di Tanjungpinang. “Kalau ke saya belum ada dapat laporan tentang KIPI di Tanjungpinang, yang fatal belum,” ucapnya.
Sementara, Mulya Wiwin selaku Plt Disdik Kota Tanjungpinang menyebutkan bahwa adanya surat tersebut agar orang tua bisa mengizinkan anaknya untuk divaksin.
“Kita hanya mau orang tua mengizinkan aja anak meraka untuk di vaksin. Bukan berarti lepas tangan dan berharap orang tua segera menyikapi jika ada anak anak kita yang mungkin parah, namun sampai saat ini saya pikir masih sesuai gejala yang kita rasakan pada umumnya kan,” sebutnya.
Kemudian, Wiwin menjelaskan, jika terdapat orang tua yang menolak anaknya divaksin, anaknya masih bisa ikut belajar tatap muka.
“Tidak dipaksa, silahkan saja itu hak mereka,” sebutnya.
Wartawan: Abu
Editor: Roni
