Tanjungpinang, Kepridays.co.id-Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan menggelar panen jagung nusantara secara virtual bersama Menteri Pertanian RI. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang jatuh September.
Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini digelar oleh BPTP Kepri di lokasi hamparan jagung seluas 13 ha milik petani Karim di Desa Toapaya Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan. Tampak Hadir Kepala BPTP Kepri dengan didampingi fungsional peneliti, penyuluh, teknisi Litkayasa dan staf lainnya, Dinas Ketahan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Balai Karantina Pertanian (BKP) Klas II Tanjungpinang, Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kelompok Tani Cahaya Yani Toapaya, dan lainnya.
Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Muhammad Alwi Mustaha, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada DKPPKH, Provinsi Kepri, DKPP Kabupaten Bintan, BKP Klas II Tanjungpinang, KTNA, PPL, Poktan, dan pihak terkait lainnya yang ikut hadir dalam acara panen jagung Nusantara dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional.
Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH., M.Si dalam sambutannya menyampaikan panen jagung di Grobogan ini mewakili gerakan pertanian khususnya jagung yang ada di seluruh Nusantara. Presiden Jokowi memerintahkan untuk turun ke lapangan panen jagung. Panen hari ini membuktikan jagung ada dimana-mana. Produksi jagung nasional tahun 2021 ini diperkirakan over stok 2,85 juta ton.
Menurut Menteri SYL, ketersediaan jagung dalam negeri dipastikan aman sebab jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam di seluruh daerah Indonesia. Terkait polemik data jagung, mantan Gubernur dua periode ini menjami validitas data yang keluarkan pemerintah atau digunakan Kementan karena dihasilkan mulai dari proses standing crop, pemantauan melalui agriculture war room atau melalui satelit dan berdasarkan laporan pemerintah daerah serta data telah disinkronkan dengan BPS.
“Karena itu, saya perintah para Dirjen untuk turun lakukan validasi, terbukti hasilnya jagung kita ada. Bahwa kemudian ada kenaikan harga, itu lain persoalan. Sekali-sekali petani jagung menikmati untung. Oleh karena itu, saya bahagia sekali hari ini dan saya yakin Presiden Jokowi sangat memperhatikan pertanian. Menangani pertanian tidak boleh ada kepura-puraan, bahwa kemudian ada fluktuasi harga itu bagian lain yang harus kita tangani secara bersama-sama,” tegas SYL.
Kontributor:Lutfi
