oleh

Apakah Pembelajaran Daring Efektif dalam Berkomunikasi?

Oleh: Sumiati
Mahasiwa Stisipol Raja Haji Fisabillillah

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (2020) membuat deklarasi perihal virus COVID-19 sebagai sebuah pandemi pada awal tahun 2020. Pandemi dari COVID-19 membuat hampir seluruh negara di Dunia untuk melakukan beberapa tindakan preventif untuk mencegah penyebaran dari virus ini secara lebih lanjut, salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan membatasi interaksi dan pergerakan sosial. Pembatasan interaksi dan pergerakan sosial ini tentu saja membuat sistem perkuliahan konvensional atau secara tatap muka menjadi hal yang tidak dapat dilakukan selama pandemi COVID-19 masih menjadi masalah.

Pandemi COVID-19 memberikan sebuah tantangan besar bagi Universitas/Institusi Pendidikan dalam mempersiapkan sistem perkuliahan konvensional, yang berpusat pada interaksi sosial dan tatap muka antara dosen dengan para mahasiswa/mahasiswi. Untuk dapat terus menjalankan proses pembelajaran maka hampir seluruh Universitas/Institusi Pendidikan harus mempersiapkan dan membuat sistem perkuliahan berbasis teknologi informasi atau daring, yang dapat dilakukan secara remote oleh para Dosen dan pelajar mereka untuk dapat melakukan proses pembelajaran secara aman dan tanpa melanggar protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi COVID-19.

Transisi sistem perkuliahan dari pembelajaran tatap muka ke daring merupakan satu-satunya cara agar proses pembelajaran tetap dapat dilakukan, sehingga masa-masa penting bagi para pelajar dalam menyelesaikan masa studi mereka dapat terus berlanjut. Transisi ini juga merupakan hal yang penting bagi Universitas/Institusi Pendidikan untuk dapat terus melanjutkan siklus tahun ajaran tanpa gangguan dan sesuai dengan periode akademik mereka masing-masing.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada jaman modern sekarang ini, sistem perkuliahan yang secara tradisional dilaksanakan melalui tatap muka dapat digantikan secara parsial atau bahkan sepenuhnya melalui panggilan video melalui internet dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Pembelajaran daring yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi merupakan varietas dari sistem pembelajaran tradisional dengan beberapa perbedaan mendasar seperti interaksi antara sang pengajar/dosen dengan para mahasiswa/mahasiswinya, dimana tidak semua tenaga pengajar memiliki kompetensi mengenai teknologi yang cukup untuk dapat menciptakan kondisi belajar daring yang sama menariknya dengan kondisi belajar tatap muka.

Sistem pembelajaran daring merupakan hasil terbaru dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, dan untuk dapat mengukur secara kualitatif mengenai keberhasilan dari pembelajaran daring, maka terdapat beberapa faktor penentu yang dapat dijadikan indikator apakah sebuah sistem pembelajaran daring yang diterapkan oleh Universitas/Institusi Pendidikan memiliki mutu yang baik. Faktor-faktor penentu tersebut adalah: teknologi, karakteristik pengajar, dan karakteristik siswa.

Ketiga faktor ini memiliki keterkaitan yang erat terhadap keberhasilan dari sistem pembelajaran daring, teknologi yang digunakan untuk bertukar informasi dan berkomunikasi antara pengajar dan pelajar akan dapat menjadi penentu apakah proses edukasi (dalam hal ini, penyampaian materi pembelajaran) dapat disampaikan secara jelas kepada mahasiswa/mahasiswi.

Faktor penentu kedua dan ketiga, yaitu karakteristik dari pengajar dan pelajar tidak jauh berbeda dari faktor penentu yang dimiliki oleh sistem pembelajaran konvensional.
Dari perspektif komunikasi, saya melihat bahwa pembelajaran daring memiliki implikasi yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka, terutama pada keefektifan komunikasi antara pelajar dengan guru. Keefektifan dari pembelajaran daring dapat ditimbang dengan melihat beberapa keuntungan dari sistem pembelajaran ini. Salah satu keuntungan terbaik dari komunikasi online ini adalah fleksibilitasnya.

Anda dapat berkomunikasi dengan siapa saja, kapan saja. Internet bekerja 24 jam sehari dan Anda dapat kapan saja mulai berkomunikasi dengan seseorang. Yang Anda butuhkan hanyalah komputer atau perangkat seluler beserta internet, dan ini lebih hemat biaya terutama jika rumah siswa tidak berada di kota/provinsi atau bahkan negara yang sama dengan sekolah mereka. Menurut saya, pembelajaran yang berani telah meningkatkan tingkat produktivitas bagi pelajar itu sendiri, karena pembelajaran yang berani pada komunikasi ini menjadikan pekerjaan dan koordinasi antar pelajar atau dengan guru menjadi jauh lebih mudah tanpa adanya potensi distraksi yang berlebihan.

Namun, menurut saya kekurangan dari pembelajaran daring ini ada dalam dua poin utama, yaitu masalah komunikasi dan masalah kebutuhan akan fasilitas/teknologi sebagai modal. Masalah komunikasi tentu dapat terjadi jika salah satu pihak dalam proses komunikasi tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif kepada pihak lainnya dalam suatu lingkungan dunia maya, baik itu guru ataupun pelajar, jika salah satu subjek utama pembelajaran tersebut tidak berkomunikasi dengan baik maka pembelajaran daring akan menjadi lebih sulit untuk dimengerti.

Selain itu, komunikasi dalam pembelajaran daring yang membutuhkan standar teknologi dan fasilitas internet yang memadai ini tentu merupakan sebuah tantangan bagi golongan/kelas masyarakat yang tidak bisa memenuhi standar/kebutuhan ini, sehingga membuat pembelajaran daring menjadi tidak dapat diakses oleh orang tua yang tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan anak pelajar mereka dengan teknologi yang memadai. (*)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *