oleh

4 Masjid di Batam Ini Cocok untuk Destinasi Wisata Religi

Batam, KepriDays.co.id – Wisata religi menjadi salah satu jenis tujuan pariwisata yang potensial di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Kota Batam. Ada berbagai destinasi berupa tempat ibadah yang dibangun dengan gaya arsitektur indah dan fasilitas yang lengkap.

Selain untuk beribadah, beberapa destinasi ini juga cocok dijadikan tujuan wisata religi. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, mengakui, ada banyak potensi wisata religi dan sejarah di Kepri.

Ia menilai, destinasi pariwisata religi ini harus didukung dengan akses yang mudah dan fasilitas yang lengkap.

“Wisata religi itu, menurut saya termasuk ke dalam wisata minat khusus. Perlu dipersiapkan akses jalan menuju ke sana, serta fasilitas dan sarana pendukung. Wisata religi ini harus dikemas dengan baik,” ujar Buralimar, Senin (30/05/22)

Beberapa destinasi wisata religi yang terkenal di Batam, yakni:

1. Masjid Agung Batam (Masjid Raya Batam)

Masjid ini berlokasi kawasan Batam Center, dan memiliki bentuk bangunan dasar balok bujur sangkar dan limas sama sisi.

Bentuk balok bujur sangkar ini merepresentasikan kekompakan dan keimanan yang kuat, sedangkan bentuk limas sama sisi memiliki arti hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan. Selain itu, Masjid Agung Batam juga dilengkapi dengan sebuah menara setinggi 66 meter.

2. Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Di wilayah Tanjunguncang, terdapat Masjid Agung Batam II, yaitu Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Ini merupakan masjid dengan bangunan megah yang mampu menampung sampai 25 ribu jemaah.

Pembangunannya dimulai dari 2017 sampai 2019. Luas tanahnya mencapai 57.144 meter⊃2; dengan luas bangunan 41.422 meter⊃2;. Dengan bentuk bangunan yang megah itu, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diklaim menjadi masjid terbesar di Sumatera. Arsitekturnya menggabungkan desain khas Arab, Turki dan Melayu dengan enam menara.

3. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid yang berlokasi di kawasan Golden City, Bengkong, Batam, ini sangat unik karena memiliki arsitektur khas oriental yang mirip bangunan Tionghoa.

Memiliki luas 20 x 30 meter, warna bangunannya kental dengan nuansa warna merah. Dengan bentuk atap segi 8 yang mirip Pagoda, sekilas masjid ini mirip seperti klenteng.

Masjid bernuansa Tionghoa ini dibangun untuk mengenang sejarah perjalanan Laksamana Tiongkok ke Indonesia untuk menyebarkan agama Islam. Masjid ini menjadi bukti akulturasi budaya Indonesia dengan Tiongkok.

4. Masjid Jabal Arafah

Berlokasi di kawasan pusat bisnis Nagoya, Lubukbaja Batam, masjid ini memiliki desain arsitektur yang modern. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 4.607 meter⊃2;.

Uniknya, masjid ini memiliki bangunan roof top tempat pengunjung bisa melihat langsung pemandangan Kota Batam dari atasnya. Di sini juga tersedia teropong jauh yang bisa digunakan untuk menikmati panorama Batam, siluet gedung-gedung besar di Singapura dan kapal-kapal yang melintas.

Wartawan : Sutana
Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *