oleh

46 Situs Sejarah Destinasi Wisata Religi Pulau Penyengat jadi Magnet Tarik Wisatawan

Kepri, KepriDays.co.id – Pulau Penyengat menurut sejarahnya merupakan pulau yang dijadikan sebagai maskawin atau hadiah perkawinan dari Sultan Mahmud Syah kepada isterinya Engku Putri Raja Hamidah sekitar tahun 1805.

Hingga saat ini Penyengat menjadi sorotan para wisatawan karena pesonanya yang kaya akan cagar budaya dan sejarah dimana di Pulau Penyengat ini terdapat 46 situs sejarah yang masih terawat.

Dengan kekayaan situs cagar budaya ini, Pulau Penyengat ini menjadi tujuan favorit bagi banyak pengunjung yang mencari pengalaman liburan yang berbeda dan bernuansa sejarah.

Plt Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira menyatakan, bahwa pulau ini telah menarik minat banyak pengunjung yang ingin merasakan pesona budaya dan sejarah Kepulauan Riau.

“Salah satu daya tarik utama pulau ini adalah keberadaan 46 situs cagar budaya yang bersejarah yang dapat dilihat langsung secara kasat mata,” kata Luki belum lama ini.

Pulau Penyengat yang memiliki luas keseluruhan tidak sampai 2 kilo meter persegi ini bisa di keliling dengan jalan kaki. Namun masyarakat lokal dan pemerintah daerah telah menyediakan alat transportasi berupa Becak Motor (Bentor) yang siap membawa pengunjung keliling.

Adapun cagar budaya atau situs yang masih ada dari 46 situs bersejarah yang mencuri perhatian para pengunjung antara lain:

1. Masjid Sultan Riau: Sebuah masjid bersejarah yang memiliki arsitektur unik dan menampilkan kekayaan seni dan budaya Melayu.

2. Balai Adat Indera Perkasa: Sebuah balai adat yang menjadi saksi bisu dari berbagai upacara adat dan tradisi di masa lalu.

3. Komplek Istana: Sebuah kompleks istana yang menjadi simbol penting dari kekuasaan dan sejarah kerajaan di daerah ini.

4 Benteng Bukit Kursi: Sebuah benteng bersejarah yang pernah menjadi pusat pertahanan dan strategis di masa lampau.

5. Komplek Makam Engku Putri Raja Hamidah dan Pahlawan Nasional Raja Ali Haji: Tempat pemakaman tokoh-tokoh bersejarah yang berperan penting dalam perjuangan nasional.

Keberadaan 46 situs bersejarah ini memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung, yang dapat melihat secara langsung peninggalan sejarah dan kebudayaan yang kaya di Pulau Engku Putri Raja Hamidah.

Luki Zaiman Prawira juga menambahkan bahwa kunjungan wisatawan yang meningkat ke pulau ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Wisatawan Ziarah di Pulau Penyengat

“Penduduk setempat juga turut merasakan manfaatnya, seperti melalui sektor perhotelan, kuliner, dan kerajinan tangan yang semakin berkembang,” ujarnya.

Bukan itu saja, pemerintah daerah bersama komunitas setempat bertekad untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya berharga tersebut. Upaya pelestarian dan peningkatan fasilitas akan terus dilakukan demi memastikan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi semua yang mengunjungi Pulau Penyengat.

“Jika anda mencari pengalaman wisata yang memadukan sejarah, budaya, dan alam, maka Pulau Penyengat di Kepulauan Riau adalah tempat yang sempurna,” tutur Luki.

Wartawan: Sutana
Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *