Anambas, KepriDays.co.id – Terpancing emosi, setelah mendengar konstituennya operasi hernia di tunda, Ketua Komisi III DPRD Anambas, Adnan lakukan pelecehan verbal ke dokter spesialis bedah di RSUD Tarempa berinisal Nn, Sabtu (7/12/2024) kemarin.
Peristiwa ini turut dikecam oleh Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Anambas. Melalui juru bicara, Ronald Sianipar menegaskan, kejadian ini sangat tidak etis dilakukan oleh siapapun.
“Dengan semangatnya, beliau (Adnan) terpancing emosi. Rupanya, konstituennya tidak mendapatkan informasi yang jelas, bahwa operasi bisa dipending. Karena keterbatasan alat dan sumber daya manusia,” ujar saksi, Ronald Sianipar, Jum’at (13/12/2024).
Ia menerangkan, ketika mendapat pelecehan verbal, dokter yang berjenis kelamin wanita itu langsung syok serta menangis. Kemudian, hendak mengundurkan diri dari tugasnya sebagai dokter bedah.
“Kita bujuk, dan lakukan mediasi. Kami dan kawan-kawan meminta dokter tersebut untuk menahan diri agar tidak mundur sebelum kontrak habis. Syukurnya beliau mau,” tutur Ronald.
Setelah kejadian ini viral, lantas Ronald memanggil Adnan untuk meminta klarifikasi. Dari klarifikasi itu, politisi Partai Nasdem mengakui kesalahannya.
Sementara, Adnan ketika dikonfirmasi mengakui perbuatan yang ia lakukan itu salah. Menurutnya, ketika peristiwa itu terjadi karena spontan saja.
“Abang minta maaf, ini kesalahan yang sangat fatal. Abang terlalu tergesa-gesa dalam mengambil tindakan,” ujar Adnan.
Dirinya dalam waktu dekat akan menjumpai korban untuk meminta maaf secara langsung.”Sekarang yang bersangkutan sedang sibuk operasi pasien. Segera abang minta maaf ke beliau,” pungkas Adnan.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
