Ramadan, KepriDays.co.id – Puasa Ramadhan adalah ibadah yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia, dan durasinya bervariasi tergantung pada lokasi geografis.
Pada tahun 2024 , beberapa kota di dunia mencatat durasi puasa terlama dan terpendek. Fenomena ini sangat menarik untuk diperhatikan, terutama bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, KepriDays.co.id coba untuk mengulas durasi puasa terlama dan terpendek yang terjadi pada tahun 2024 dan 2025.
Durasi puasa terlama pada tahun 2024 tercatat di Nuuk, Greenland, dengan waktu mencapai 17 jam 52 menit. Kota ini menjadi sorotan karena berada di wilayah utara yang mengalami perbedaan waktu yang signifikan.
Selain Nuuk, kota-kota lain seperti Reykjavik di Islandia, Helsinki di Finlandia, dan Oslo di Norwegia juga mengalami durasi puasa yang panjang, berkisar antara 16 hingga 17 jam.
Menurut Dr. Ahmad, seorang ahli astronomi, Perbedaan durasi puasa ini disebabkan oleh rotasi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap bidang orbitnya.
Sedangkan di belahan bumi selatan, durasi puasa terpendek terjadi di Christchurch, Selandia Baru, dengan waktu sekitar 11 hingga 12 jam.
Kota-kota lain seperti Puerto Montt di Chili, Canberra di Australia, Montevideo di Uruguay, dan Cape Town di Afrika Selatan juga memiliki durasi puasa yang relatif singkat, kurang dari 13 jam.
Hal ini menunjukkan bahwa lokasi geografis sangat mempengaruhi lama puasa yang dijalani oleh umat muslim di seluruh dunia.
Editor: Roni
