Bintan, KepriDays.co.id – Satreskrim Polres Bintan masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang tega membacok istrinya sendiri di Jalan Musi Perumahan Grand Pesona Mutiara 3 Kelurahan Seilekop Kecamatan Bintan Timur, Rabu (24/9/2025).
Pelaku kini diperiksa oleh penyidik di Unit Pidum Reskrim Polres Bintan. Dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga saat ini.
Kasatreskrim Polres Bintan Iptu Fikri Rahmadi, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengaku melakukan aksi kejinya karena terbakar api cemburu.
“Ini yang kami masih dalami. Pelaku menuduh istrinya (korban-red) berselingkuh. Untuk sementara Handphone korban sudah kami amankan namun belum dapat diakses karena menggunakan sandi,” ujar Iptu Fikri Rahmadi di ruangan kerjanya.
Pelaku merupakan pekerja di perusahaan subcon di KEK Galang Batang yaitu PT BCI. Pelaku dengan korban adalah pasangan suami istri namun nikahnya secara sirih sejak 2022.
Pelaku dan korban cekcok usai pulang bekerja, Selasa (23/9/2025) malam. Kemudian berlanjut hingga Rabu (24/9/2025) dini hari.
“Jadi dari cekcok pelaku emosi lalu pelaku mengambil parang adat yang berada di kamar depan. Lalu mengejar korban di kamar belakang dan membacoknya,” jelasnya.
Setelah Bacok Pelaku Mencekik Leher Korban
Dikarenakan emosi dibakar api cemburu. Pelaku tidak hanya melampiaskan aksinya dengan cara membacok melainkan juga mencekik korban.
“Setelah membacok, korban yang bersimbah darah itu dicekik lehernya oleh pelaku,” kata Iptu Fikri Rahmadi.
Untuk luka bacokan yang dialami korban itu pada kedua tangan. Lalu kepalanya hingga dibagian leher. Kemudian ada bekas luka cekik dibagian leher.
“Ini juga masih kami selidiki. Apakah korban meninggal dunia karena luka bacokan atau cekikan dibagian leher,” ucapnya.
Terpisah Direktur RSUD Bintan drg Tony Masruri mengaku pasien atas nama Rdk (38) dibawa ke rumah sakit ini sekitar pukul 05.00 WIB.
“Korban dibawa ke RSUD Bintan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Korban dibawa ke RSUD Bintan dalam kondisi memiliki luka terbuka di kedua tangan, leher, kepala, dan paha.
“Kini tim medis masih melakukan visum terhadap korban di kamar jenazah,” tutupnya.
Wartawan : Ari
Editor : Roni
